NTT Mart by OSOP di SMKN 2 Kupang, Perkuat Gerakan One School One Product

oleh -401 Dilihat
Gubernur Didampingi Wagub NTT Resmikan NTT Mart by OSOP di SMKN 2 Kupang pada Rabu, 11 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Suasana di SMKN 2 Kupang pada Rabu (11/3/2026) tampak berbeda dari biasanya. Para siswa dan guru terlihat antusias menantikan kedatangan Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma yang dijadwalkan melakukan kunjungan ke sekolah tersebut.

Di salah satu sudut halaman sekolah, tampak sebuah bangunan baru yang telah disiapkan sebagai gerai pemasaran produk hasil karya siswa. Berbagai produk buatan siswa tertata rapi di etalase, sementara pintu masuknya masih tersegel pita yang menunggu untuk diresmikan.

Gerai tersebut kemudian diresmikan langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dengan nama NTT Mart by OSOP SMK Kota Kupang. Kehadiran gerai ini diharapkan menjadi pusat pemasaran produk-produk hasil karya siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa NTT Mart yang berada di lingkungan sekolah harus menjadi etalase utama bagi produk yang dihasilkan oleh para siswa.

“NTT Mart ini harus menjadi etalase produk sekolah. Jangan sampai lebih banyak produk dari luar sekolah. Harus utamakan produk yang dihasilkan oleh sekolah yang masuk dan dipasarkan di NTT Mart by OSOP ini,” tegasnya.

Menurut Gubernur Melki, kehadiran NTT Mart merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang berbasis pada potensi lokal, termasuk potensi yang lahir dari dunia pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa penguatan ekonomi daerah saat ini didorong melalui tiga pendekatan utama, yakni One Village One Product (OVOP) berbasis desa dan kelurahan, One Community One Product (OCOP) berbasis komunitas, serta One School One Product (OSOP) yang berbasis sekolah.

“Kalau di desa ada OVOP, di komunitas ada OCOP, maka di sekolah kita dorong OSOP. Dengan begitu produksi dari desa, komunitas, dan sekolah bisa saling terhubung dan memperkuat ekonomi masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA:  PPK Klarifikasi Proses Pembayaran Proyek Pembangunan Kantor Dinas Sosial NTT, Kompensasi Diberikan karena Keterlambatan Anggaran

Gubernur Melki menilai tiga pendekatan tersebut menjadi penyangga penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di NTT. Desa, komunitas, dan sekolah dengan berbagai potensi yang dimiliki diharapkan mampu menghasilkan produk unggulan yang dapat dipasarkan secara luas.

Karena itu, ia berharap NTT Mart by OSOP di SMKN 2 Kupang dapat menjadi ruang yang hidup bagi produk-produk karya siswa, tidak hanya dari SMKN 2 Kupang, tetapi juga dari SMK lainnya di Kota Kupang.

Lebih jauh, Gubernur Melki juga mengajak masyarakat untuk mulai mengutamakan penggunaan produk lokal agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang lebih memilih produk dari luar justru membuat perputaran uang di daerah menjadi lemah.

“Kita sering jual pisang, pulangnya beli molen. Jual ayam di pasar, pulangnya beli fried chicken. Ini yang harus kita ubah supaya uang bisa berputar di daerah,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa penguatan produk lokal menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dapat memengaruhi harga berbagai komoditas. Dengan mendorong produksi dan konsumsi produk lokal, masyarakat diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.