NTT Tancap Gas Menuju NZE 2050, Gubernur Melki Dorong Revolusi Energi Bersih

oleh -127 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Kickoff Meeting Studi Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan NTT Menuju NZE 2050 dari Institute for Essential Services Reform (IESR) di Hotel Aston Kupang pada Selasa, 30 Juni 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong transisi energi bersih dengan menargetkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050.

Hal ini ditegaskan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri Kickoff Meeting Studi Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan NTT Menuju NZE 2050 yang diselenggarakan Institute for Essential Services Reform (IESR) di Hotel Aston Kupang pada Selasa (30/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Melki menekankan bahwa perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat NTT. Dampaknya terlihat dari semakin panjangnya musim kemarau, perubahan pola musim, hingga meningkatnya ancaman terhadap sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan.

“Perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang dampaknya semakin nyata kita rasakan di seluruh wilayah NTT. Ini menjadi pengingat bahwa pembangunan ke depan harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa kebutuhan energi di NTT terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, pembangunan kawasan industri, pengembangan pariwisata, serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan besar untuk memastikan ketersediaan energi yang tidak hanya andal, tetapi juga rendah emisi karbon.

“Tantangan kita adalah memastikan bahwa peningkatan kebutuhan energi tersebut dapat dipenuhi melalui sistem ketenagalistrikan yang andal sekaligus rendah emisi karbon,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan visi NTT Net Zero Emission 2050 sebagai bagian dari komitmen mewujudkan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.

Penyusunan roadmap dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan dinilai menjadi langkah strategis untuk mencapai target tersebut.
Gubernur Melki menekankan bahwa roadmap ini harus mampu memberikan gambaran komprehensif, mulai dari kondisi eksisting, proyeksi kebutuhan listrik, potensi energi terbarukan, hingga skenario transisi dan strategi implementasi yang realistis sesuai karakteristik wilayah kepulauan NTT.

BACA JUGA:  Dari Kebun Sekolah ke Ketahanan Pangan, Gubernur Melki Hadiri Panen Perdana Cabai di Kupang Kupang

Sementara itu, Manager Program NTT NZE 2025 IESR, Muhammad Maghribul Falah, mengungkapkan bahwa NTT memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang sangat besar. Berdasarkan kajian IESR, potensi tenaga surya di NTT mencapai lebih dari 338 GWp, sementara tenaga angin lebih dari 20 GW.

“Potensi ini menjadi modal besar bagi NTT untuk mendorong transisi energi bersih sekaligus mencapai target Net Zero Emission 2050,” jelasnya.

Gubernur Melki juga menyoroti keberhasilan Pulau Sumba sebagai pelopor pengembangan energi terbarukan melalui program Sumba Iconic Island. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa wilayah kepulauan seperti NTT mampu menjadi laboratorium transisi energi di Indonesia.

“NTT kaya akan sumber energi seperti surya, air, angin, dan panas bumi. Ini merupakan modal strategis yang harus dikelola secara optimal untuk membangun sistem ketenagalistrikan yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya akan meningkatkan akses listrik hingga ke pulau-pulau kecil, tetapi juga membuka peluang investasi hijau, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi daerah.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Melki berharap roadmap dekarbonisasi ini dapat menjadi acuan penting dalam kebijakan sektor ketenagalistrikan sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan di NTT.

“Harapan kita, roadmap ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi landasan dalam menarik investasi energi bersih dan mempercepat pemanfaatan energi terbarukan demi masa depan NTT yang lebih baik,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.