Suarantt.id, Oelamasi-Ajang pacuan kuda di Arena Gelora Lifubatu, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, kembali menjadi magnet hiburan rakyat setiap Rabu dan akhir pekan. Kegiatan ini digagas kembali oleh Bupati Kupang, Yoseph Lede, bersama Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus olahraga berkuda di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Para pecinta kuda mengapresiasi inisiatif pemerintah daerah yang konsisten menggelar lomba pacuan kuda ini. Mereka berharap ke depan arena pacuan kuda Gelora Lifubatu dapat ditingkatkan menjadi arena bertaraf nasional, sehingga mampu bersaing dengan fasilitas serupa di provinsi lain, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Harapan kami, arena pacuan kuda ini mendapat perhatian lebih agar bisa ditingkatkan menjadi arena nasional. Dengan begitu, NTT, khususnya Kabupaten Kupang, dapat bersaing menjadi tuan rumah cabang olahraga berkuda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang,” kata salah satu pecinta kuda kepada wartawan.
Saat ini, dalam kalender PON, hanya dua provinsi yang bersaing ketat menjadi tuan rumah cabang olahraga berkuda, yakni NTT dan NTB. Arena Glora Lifbatu dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi tuan rumah, meski masih memiliki kekurangan pada aspek panjang lintasan syarat utama penunjukan venue PON.
Pemerintah Kabupaten Kupang bersama Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) NTT dan Kabupaten Kupang diharapkan dapat memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas arena ini. Langkah itu diyakini akan menjadikan Gelora Lifubatu sebagai salah satu arena pacuan kuda terbaik di Indonesia Timur.
“Jika lintasan sudah memenuhi standar nasional, maka Gelora Lifubatu berpotensi menjadi ikon olahraga berkuda di NTT dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kupang,” tambahnya.
Selain sebagai ajang olahraga, pacuan kuda di Gelora Lifubatu juga telah menjadi hiburan rakyat yang dinanti-nantikan masyarakat setiap pekan, sekaligus mendukung potensi pariwisata di Kabupaten Kupang. ***





