PAD TTU Meningkat, Tahun 2026 Ditargetkan Capai Rp88 Miliar

oleh -1811 Dilihat
Ketua DPRD TTU, Kristo Efi. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristo Efi, menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten TTU dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan yang cukup baik. Kondisi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kristo, meskipun target PAD belum sepenuhnya tercapai, namun realisasi pendapatan daerah dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan yang positif.

Ia menjelaskan, pada tahun 2024 target PAD Kabupaten TTU sebesar Rp67 miliar dengan realisasi sekitar Rp48 miliar. Sementara pada tahun 2025 target PAD meningkat menjadi Rp83 miliar dan realisasinya mencapai Rp69 miliar atau hampir Rp70 miliar.

“Dalam dua tahun terakhir kita melihat adanya tren peningkatan yang cukup baik. Tahun 2024 target Rp67 miliar dengan realisasi sekitar Rp48 miliar, kemudian tahun 2025 target Rp83 miliar dengan realisasi hampir Rp70 miliar,” ujarnya usai mengikuti kegiatan pendalaman tugas dan bimbingan teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur di Hotel Aston Kupang, Kamis (12/3/2026).

Dia mengatakan, peningkatan realisasi PAD tersebut menjadi indikator positif dalam pengelolaan keuangan daerah sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pembiayaan program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

Untuk tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten TTU menargetkan PAD sebesar Rp88 miliar. DPRD berharap realisasi pendapatan daerah dapat mencapai sekitar Rp80 miliar.

“Tahun ini kita targetkan Rp88 miliar dan kita berharap realisasinya bisa mencapai sekitar Rp80 miliar,” kata politisi Partai Golkar tersebut.

Meski demikian, Kristo mengakui bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten TTU saat ini masih didominasi oleh belanja pegawai serta belanja barang dan jasa. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyesuaikan program pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah.

BACA JUGA:  BPSDMD NTT Bekali Anggota DPRD TTU dengan Pendalaman Tugas, Fokus pada Pelayanan Publik dan Inovasi Digital

Dirinya menegaskan bahwa pembangunan daerah tetap harus diarahkan pada visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah serta menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, sejumlah kebutuhan mendasar masyarakat TTU yang masih perlu mendapat perhatian serius antara lain pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, pengembangan sektor pertanian terutama penyediaan jaringan irigasi, serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.

“Masalah utama masyarakat masih pada infrastruktur jalan dan jembatan. Di sektor pertanian juga masih minim daerah irigasi atau saluran irigasi yang perlu ditangani. Selain itu, pendidikan dan kesehatan juga tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Dengan tren peningkatan PAD yang terus diupayakan setiap tahun, DPRD berharap pemerintah daerah dapat semakin optimal dalam membiayai program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di Kabupaten TTU. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.