Panen Jagung 150 Hektare di Kabupaten Kupang, Wagub Johni Dorong Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Petani

oleh -642 Dilihat
Wakil Gubernur NTT Didampingi Bupati Kupang Hadiri Panen Raya Jagung di Kabupaten Kupang pada Senin, 30 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menghadiri panen raya jagung seluas 150 hektare yang digelar kelompok tani di Dusun IV Tulakaboak, Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Senin (30/3/2026).

Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri Bupati Kupang Yosef Lede, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT dan Pemkab Kupang, pimpinan instansi vertikal, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, penyuluh, dan para petani setempat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma menegaskan bahwa panen raya ini merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di NTT.

Dia menyebut, sektor pertanian khususnya komoditas jagung dan padi menjadi fokus utama dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Panen ini bertujuan meningkatkan produksi, kesejahteraan petani, dan memperkuat posisi NTT dalam swasembada pangan nasional. Ini juga bentuk dukungan terhadap program nasional pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurut Johni, penguatan sektor pangan lokal sangat penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, terutama di tengah dinamika global yang tidak menentu. Ia menilai, kedaulatan pangan menjadi kunci ketahanan suatu daerah dalam menghadapi berbagai krisis.

“Dengan swasembada, kedaulatan pangan kita akan kuat. Apa yang dilakukan para petani hari ini adalah bukti nyata semangat kolaborasi yang harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Wagub juga menyoroti tantangan global seperti krisis energi, krisis pangan, dan krisis lingkungan yang berdampak luas terhadap berbagai sektor.

Dirinya menjelaskan bahwa kenaikan harga energi dunia dapat memicu efek domino terhadap biaya produksi dan harga bahan pangan.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam penggunaan energi serta terus menjaga lingkungan, termasuk tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan demi menjaga keseimbangan ekosistem.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Sebut Sektor Peternakan Jadi Penopang Utama Ekonomi Masyarakat NTT

Pada kesempatan tersebut, Johni Asadoma juga meminta Perum Bulog untuk menyerap hasil panen jagung petani dengan harga layak, yakni Rp6.500 per kilogram dengan kadar air 14 persen.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi petani saat panen raya.

Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Pantulan yang berhasil melaksanakan panen raya dengan baik. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata semangat petani dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjalankan program pemerintah dengan baik. Ketahanan pangan itu sangat penting, apalagi di tengah situasi global saat ini,” ujarnya.

Yosef juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur NTT yang dinilai memberikan motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.

Hal senada disampaikan perwakilan tokoh masyarakat, Wilhelmus Ngusi, yang mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian, termasuk kebijakan penurunan harga pupuk yang dinilai sangat membantu petani.

Dia juga mengungkapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kupang yang telah menyediakan mesin pemipil jagung (corn sheller) sebagai solusi pascapanen guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Dengan adanya dukungan pemerintah serta semangat kolaborasi antara petani dan pemangku kepentingan, diharapkan sektor pertanian di NTT semakin berkembang dan mampu mewujudkan kemandirian pangan secara berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.