Pelabuhan Waijarang Dikebut, Lembata Bidik Konektivitas dan Peningkatan PAD

oleh -68 Dilihat
Kepala KSOP Kelas III Kupang, Simon B. Baon, Bupati Lembata, Kanisius Tuaq dan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, Ardhani Friandy. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kabupaten Lembata terus mendorong percepatan pembangunan dan perbaikan Pelabuhan Penyeberangan Ferry Waijarang sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Lembata, Kanisius Tuaq, mengapresiasi langkah PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang tengah melakukan perbaikan dermaga di Waijarang. Ia optimistis pelabuhan tersebut dapat segera difungsikan dalam waktu dekat.

“Puji Tuhan, nanti di September 2026 sudah bisa diuji coba sandar,” ujarnya kepada wartawan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD NTT pada Rabu (24/6/2026).

Menurut Kanisius, kehadiran Pelabuhan Waijarang sangat strategis untuk memperpendek akses transportasi laut, terutama bagi masyarakat di wilayah Lembata dan sekitarnya. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengusulkan pembangunan sejumlah pelabuhan rakyat guna memperluas konektivitas.

Beberapa titik yang diusulkan antara lain Waijarang untuk rute Lembata–Boleng (Adonara), Baubolak untuk rute Lembata–Solor dan Adonara, serta Wairiang yang direncanakan menghubungkan Lembata dengan Pantar.

Ia menilai, pengembangan pelabuhan rakyat tersebut akan berdampak langsung terhadap efisiensi waktu tempuh serta membuka peluang peningkatan PAD.

“Kalau ke Pelabuhan Lewoleba itu cukup jauh, dan labuh tambatnya tidak memberikan pemasukan bagi daerah. Dengan pelabuhan ini, kita bisa tingkatkan PAD,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Lembata juga mengusulkan pembukaan rute penyeberangan ferry jarak jauh dari Surabaya menuju Lembata hingga Atapupu.

Rute ini dinilai penting untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan mobilitas logistik dari wilayah Lembata, Pulau Timor (Belu, Malaka, TTU), serta pulau-pulau kecil seperti Adonara ke Pulau Jawa.

“Rute ini sangat strategis untuk membantu mobil ekspedisi mengangkut hasil pertanian ke Jawa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, Simon B. Baon, memastikan pemerintah pusat mendukung penuh pengembangan infrastruktur pelabuhan di Nusa Tenggara Timur, termasuk di Lembata.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Ajak Generasi Muda Harus Jadi Entrepreneur dan Ciptakan Lapangan Kerja

Ia menyebutkan, pengembangan Pelabuhan Lewoleba telah masuk dalam usulan anggaran Kementerian Perhubungan dengan nilai sekitar Rp34 miliar yang direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2027.

“Ini sudah masuk dalam usulan pagu kebutuhan di Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.

Dukungan tersebut, lanjut Simon, merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas wilayah kepulauan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sisi lain, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, Ardhani Friandy, menjelaskan bahwa progres pembangunan Pelabuhan Ferry Waijarang saat ini berada pada tahap awal pra-konstruksi.

Menurutnya, proyek tersebut merupakan program langsung dari kantor pusat ASDP di Jakarta, sementara pihak cabang bertugas melakukan pemantauan agar pekerjaan berjalan sesuai jadwal.

“Kami di sini memantau agar pekerjaan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ardhani menambahkan, proses perbaikan dermaga menghadapi tantangan tersendiri karena sebagian pekerjaan dilakukan di bawah air, sehingga sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Kami berharap tidak ada kendala, terutama cuaca, sehingga pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Dengan percepatan pembangunan Pelabuhan Waijarang dan rencana pengembangan pelabuhan lainnya, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap konektivitas antarwilayah semakin baik, distribusi logistik lebih lancar, dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat secara signifikan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.