Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menyiapkan anggaran sebesar Rp550 juta untuk memperbaiki kolam renang yang berada di depan Kantor Lurah Airnona pada tahun 2026.
Anggaran tersebut dialokasikan guna merevitalisasi fasilitas kolam renang agar dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata di wilayah tersebut.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, Christian Widodo, saat memberikan sambutan dalam kegiatan peresmian Kantor Lurah Airnona di Kota Kupang pada Jumat, 12 Maret 2026.
Menurut Christian Widodo, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk renovasi kolam renang tersebut dan pengerjaannya akan dilakukan pada tahun ini sesuai dengan mekanisme pengelolaan anggaran di pemerintah daerah.
“Anggaran sudah kita siapkan. Nilainya sekitar Rp550 juta untuk renovasi kolam renang ini. Setelah dipotong pajak kemungkinan sekitar Rp500 juta yang akan digunakan untuk pengerjaan, sehingga kolam renang ini bisa diperbaiki dan dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan tidak dapat dilakukan secara langsung karena harus mengikuti tahapan penganggaran yang berlaku dalam sistem pemerintahan. Meski demikian, ia memastikan proyek tersebut tetap akan dikerjakan pada tahun ini.
Wali Kota juga berharap setelah direnovasi, kolam renang tersebut dapat menjadi salah satu tempat rekreasi baru bagi warga Airnona dan sekitarnya. Pemerintah juga akan menata area di sekitar lokasi agar masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, dapat memanfaatkan peluang ekonomi dari keberadaan fasilitas tersebut.
“Nanti kalau sudah diperbaiki ini bisa menjadi tempat wisata baru di Airnona. Warga juga bisa berjualan di sekitar lokasi, tetapi kita akan tata dengan rapi dan disediakan tempat khusus untuk para pelaku UMKM,” katanya.
Selain itu, Christian Widodo juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Airnona yang selama ini telah mendukung berbagai program pembangunan pemerintah.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.
“Saya dan Ibu Wakil Wali Kota tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen lainnya agar program-program pemerintah dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengungkapkan rencana kebijakan baru terkait penganggaran pembangunan di tingkat kelurahan. Mulai tahun 2027, setiap kelurahan di Kota Kupang akan mendapatkan pagu anggaran sekitar Rp500 juta yang dapat digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan sesuai usulan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kelurahan.
Menurutnya, skema tersebut bertujuan agar usulan pembangunan dari masyarakat dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan warga di masing-masing wilayah.
“Setiap kelurahan nanti memiliki pagu anggaran sekitar Rp500 juta. Masyarakat bisa mengusulkan program pembangunan melalui musrenbang kelurahan, misalnya untuk jalan, drainase, pendidikan atau kesehatan, selama nilainya masih dalam batas pagu tersebut,” jelasnya.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat mempercepat realisasi pembangunan di tingkat kelurahan sekaligus memastikan program pembangunan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. ***






