Pemkot Kupang dan Mata Garuda NTT Bahas Kolaborasi Strategis Alumni LPDP untuk Pembangunan Daerah

oleh -955 Dilihat
Wawali Kupang Pose Bersama Pengurus Mata Garuda NTT. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menerima audiensi dari Perkumpulan Alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang tergabung dalam Mata Garuda NTT, di ruang kerjanya, Selasa (22/7/2025). Audiensi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi menjajaki potensi kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Kupang dan alumni LPDP dalam bidang riset serta pengabdian masyarakat.

Rombongan Mata Garuda NTT dipimpin langsung oleh Ketua Lodia Semaya Amnifu, didampingi oleh anggota Vena Doko, Ivana Sooai, Martha Sooai, Dimas Yudhistira Henuhili, dan Grace Famdale. Dalam pertemuan tersebut, Maya — sapaan akrab Lodia Amnifu — menyampaikan komitmen para alumni LPDP dari lintas disiplin ilmu untuk turut berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin Kota Kupang menjadi sasaran program-program kami secara spesifik, sebagaimana yang telah kami lakukan di sejumlah kabupaten lainnya. Dengan kolaborasi bersama Pemkot, kami yakin kontribusi alumni akan lebih terarah dan berdampak nyata,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kiprah para alumni LPDP dan menyatakan keterbukaan Pemerintah Kota Kupang terhadap kerja sama yang mendukung pembangunan daerah.

“Pemkot Kupang siap bersinergi, baik dalam bentuk program fisik maupun non-fisik seperti penyusunan policy brief, riset, dan pendampingan. Ada banyak isu strategis yang bisa kita garap bersama, seperti ekonomi kreatif, pengelolaan sampah, air bersih, dan pemberdayaan perempuan,” ujar Wakil Wali Kota.

Dalam dialog tersebut, Wakil Wali Kota juga memaparkan rencana program prioritas Pemkot Kupang yang saat ini sedang digagas, yakni program afirmasi untuk perempuan dari kelompok kurang mampu, yang ditargetkan menjadi pilot project pertama di Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan dasar perempuan.

BACA JUGA:  Anggaran BPJN NTT Tahun 2025 Turun Drastis, Proyek Tetap Berjalan Meski Dihadang Cuaca Ekstrem

Merespons hal itu, Martha Sooai, alumni LPDP bidang hukum dan gender, menyampaikan dukungannya dan membuka ruang pendampingan dari aspek regulasi serta kebijakan untuk memperkuat implementasi program tersebut.

Diskusi juga membahas kemungkinan replikasi Program PANA (Pengabdian Alumni LPDP) di Kota Kupang. Program PANA merupakan kerja sama LPDP dengan Ditjen PPDT, Kementerian Desa PDTT, yang tengah dijalankan di Sumba Barat Daya. Fokus utamanya adalah pengembangan desa wisata berkelanjutan melalui kegiatan riset dan pengabdian selama enam bulan di desa tertinggal.

Maya berharap, skema serupa dapat diinisiasi di Kota Kupang dengan dukungan pemerintah sebagai mitra lokal. “Isu-isu seperti pengelolaan sampah, ekonomi kreatif, dan pariwisata komunitas bisa menjadi tema utama kegiatan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota mengusulkan agar Pemkot Kupang memfasilitasi inisiasi proyek-proyek alumni, misalnya lewat skema sayembara atau pendanaan mini project yang sesuai dengan kebutuhan kota. Ia juga menyarankan agar program mentoring LPDP yang pernah digelar bersama Mata Garuda dijadikan agenda rutin tahunan Pemkot, guna meningkatkan jumlah generasi muda Kupang yang lolos beasiswa LPDP.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Wakil Wali Kota menegaskan komitmen Pemkot untuk selalu membuka ruang bagi inisiatif-inisiatif inovatif dari kalangan muda.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan memperkaya pembangunan Kota Kupang dan memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama dan kesepakatan untuk menindaklanjuti dialog ini melalui pertemuan teknis selanjutnya, guna merancang bentuk kerja sama konkret yang dapat segera diimplementasikan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.