Pemkot Kupang Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan dalam Pengelolaan Sampah

oleh -1348 Dilihat
Wakil Wali Kota Kupang Buka Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Daur Ulang Sampah di Aula Rujab Wali Kota Kupang pada Rabu, 10 Desember 2025. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam membentuk generasi muda sebagai agen perubahan dalam pengelolaan sampah. Hal itu disampaikannya saat membuka secara resmi Kegiatan Sosialisasi Penanganan Sampah dan Pelatihan Daur Ulang Sampah yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani) sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Turut hadir Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jeremias; Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Fabianus Ranta; Ketua BEM Politani, Rendy Sanggur; serta perwakilan masyarakat dari 51 kelurahan se-Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota memberikan apresiasi kepada Politani Kupang atas langkah konkret melibatkan mahasiswa dalam upaya mengatasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, masyarakat kelurahan, hingga dunia usaha sangat penting untuk menghadapi tantangan meningkatnya volume sampah di Kota Kupang.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir memberikan solusi bagi masyarakat melalui kolaborasi dan inovasi,” ujar Serena Francis.

Ia menambahkan, peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah harus dimulai dari generasi muda. Melalui pelatihan daur ulang ini, diharapkan muncul generasi yang kreatif dan mampu melihat sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi.

Wakil Wali Kota juga menyoroti komitmen pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, seperti penggunaan tumbler dalam setiap kegiatan pemerintah, serta rencana menghadirkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan.

Lebih lanjut, Pemkot Kupang membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dalam riset, inovasi, teknologi lingkungan, dan pengabdian masyarakat. Serena berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, menerapkan pengetahuan yang diperoleh, dan menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jeremias, menegaskan komitmen kampus dalam mendukung program pembangunan Kota Kupang. Dengan lima jurusan dan kurikulum berbasis praktik hingga 70 persen, Politani memastikan mahasiswa siap turun langsung memberikan kontribusi nyata melalui bidang keahlian masing-masing.

“Dengan sumber daya 209 dosen dan delapan guru besar, kami siap mendukung Pemkot Kupang, terutama di bidang pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, dan lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Bersama Mahasiswa (KKBM) 2025. Ketua Panitia KKBM, Dedy Dorens Mesak, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dimulai sejak 28 November hingga 13 Desember 2025. Kegiatan meliputi aksi bersih-bersih kota, penanaman 400 pohon, penyerahan 100 bibit kepada UPT Pertamanan, serta pelatihan pengolahan sampah bagi perwakilan kelurahan dan mahasiswa.

Dengan keterlibatan 750 mahasiswa dan 250 perwakilan masyarakat, kegiatan ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan warga sekaligus meningkatkan kesadaran kebersihan serta kesehatan lingkungan.

Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan tekad untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi generasi muda. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.