Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap program “AI Goes To School” yang digagas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Program ini resmi digelar di Kota Kupang bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kupang dan didukung berbagai mitra strategis.
Dukungan tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius R. Lega saat membuka kegiatan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (20/9/25). Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar di era digital.
“Anak-anak kita hidup di era serba digital. Informasi berlari lebih cepat dari pemahaman, teknologi berkembang lebih cepat dari regulasi. Karena itu, literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dasar,” ujar Ignasius dalam sambutannya.
Ia menambahkan program “AI Goes To School” merupakan langkah nyata untuk mempersiapkan generasi masa depan. “Siswa bukan hanya belajar tentang kecerdasan buatan, tapi juga bagaimana memilah informasi, menghindari jebakan hoaks, serta memanfaatkan teknologi untuk masa depan yang lebih baik. Mari kita jadikan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tapi gerakan bersama untuk melahirkan generasi Kupang yang cerdas digital, kreatif, beretika, dan siap bersaing di era global,” imbuhnya.
Penanggung Jawab Mafindo Wilayah Kupang, Maria Via D. Pabha Swan, menjelaskan Mafindo adalah organisasi nirlaba yang berdiri pada 2016 dan didedikasikan memerangi misinformasi serta hoaks. Hingga kini Mafindo memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 sukarelawan. Selain program anti-hoaks, Mafindo aktif mendorong pendidikan dan literasi digital, termasuk melalui program AI Goes To School untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan.
Program ini didukung mitra strategis seperti Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB), serta bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal untuk memastikan implementasi efektif di setiap wilayah.
Materi pelatihan meliputi pemahaman teknologi kecerdasan artifisial (KA), etika pemanfaatan KA, manajemen prompt, pemanfaatan KA untuk pembelajaran kreatif, pengelolaan kelas, hingga peningkatan kinerja dan administrasi. Para guru juga diberi akses ke platform Learning Management System (LMS) agar dapat mengakses materi secara fleksibel dan berkelanjutan.
Ketua PGRI Kota Kupang, Aplunia Dethan, menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini. “Pelatihan ini akan sangat membantu para guru dalam memanfaatkan teknologi AI dalam pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan perdana “AI Goes To School” di Kota Kupang diikuti 65 guru dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMU se-Kota Kupang. Program ini diharapkan menjadi tonggak penting penguatan literasi digital di kalangan pendidik Kota Kupang. ***





