Pemkot Kupang Gelontorkan Rp200 Juta untuk Askot PSSI, Christian Widodo Bidik Masa Depan Sepak Bola

oleh -42 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Beraudiensi dengan Pengurus Askot PSSI Kota Kupang pada Senin, 5 Oktober 2026.

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menunjukkan dukungan konkret terhadap pengembangan sepak bola melalui hibah sebesar Rp200 juta kepada Asosiasi Kota (ASKOT) PSSI Kota Kupang.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan liga sepak bola usia dini yang melibatkan kelompok umur U-13, U-15, dan U-17. Bagi Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pembinaan usia dini merupakan fondasi penting untuk membangun masa depan sepak bola Kota Kupang.

Komitmen itu disampaikan Christian saat menerima audiensi jajaran ASKOT PSSI Kota Kupang di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (6/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, Alan Yoga Girsang, S.H., M.H. Sementara dari ASKOT PSSI hadir Plt. Ketua Dicson Caverius Haba, Sekretaris Marselinus Nggangus, dan anggota Polce Pandie.

Christian menegaskan, dukungan pemerintah terhadap olahraga harus diwujudkan melalui program yang terencana, termasuk memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sepak bola sejak usia dini.

“Selama anggaran ada, pasti kami bantu. Namun, saya minta perencanaannya rasional agar cabang olahraga lain juga mendapatkan perhatian yang seimbang,” ujar Christian.

Menurutnya, keberpihakan terhadap olahraga harus tetap berjalan seiring dengan tata kelola anggaran yang sehat. Perencanaan yang rasional dan proporsional diperlukan agar dukungan pemerintah dapat diberikan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kebutuhan cabang olahraga lainnya.

Christian juga meminta ASKOT PSSI tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi memastikan setiap talenta muda memperoleh ruang yang cukup untuk berkembang.

Ia menilai Kota Kupang memiliki potensi besar dalam melahirkan pesepak bola berkualitas. Potensi tersebut harus dijaga melalui pembinaan yang konsisten, kompetisi yang rutin, fasilitas yang memadai serta pemenuhan hak atlet secara layak.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang dan BNI Bahas Kerja Sama Digitalisasi dan Pengelolaan Sampah

“Kembangkan terus bakat-bakat muda ini dan berikan hak-hak mereka secara layak. Kita punya infrastruktur yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang atlet,” tegasnya.

Pembinaan dari Bawah

Dukungan Rp200 juta tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kupang membangun ekosistem sepak bola dari tingkat paling dasar.

Christian menegaskan, prestasi tidak seharusnya hanya dikejar ketika pemain telah menjadi bintang. Pembinaan harus dimulai ketika mereka masih berada di usia sekolah dan membutuhkan kompetisi untuk mengasah kemampuan.

Karena itu, kompetisi U-13, U-15 dan U-17 dipandang penting sebagai wadah untuk menemukan sekaligus mengembangkan bibit-bibit potensial sepak bola Kota Kupang.

Selain agenda liga usia dini, perhatian Pemkot Kupang juga diarahkan pada persiapan kontingen Kota Kupang menghadapi El Tari Memorial Cup (ETMC).

Christian mendorong ASKOT PSSI membangun manajemen tim yang lebih kuat dengan melibatkan dunia usaha dan para pencinta sepak bola.

“Keterlibatan dunia usaha dan pencinta sepak bola sangat dibutuhkan untuk memperkuat manajemen tim, sehingga kontingen Kota Kupang siap bersaing secara optimal,” katanya.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun prestasi olahraga. Dibutuhkan kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat.

Berharap ASKOT Semakin Solid

Pada kesempatan tersebut, Christian juga menyampaikan selamat bertugas kepada Dicson Caverius Haba sebagai Plt. Ketua ASKOT PSSI Kota Kupang.

Ia berharap proses musyawarah dan pemilihan kepengurusan definitif nantinya berlangsung kondusif serta mampu memperkuat soliditas organisasi.

Sementara itu, Plt. Ketua ASKOT PSSI Kota Kupang, Dicson Caverius Haba, melaporkan perkembangan kompetisi kelompok usia U-13, U-15 dan U-17 yang saat ini telah bergulir.

Menurut Dicson, kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya ASKOT PSSI menjaga kesinambungan pembinaan pemain muda di Kota Kupang. Agenda lanjutan kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang dan Kanwil DJP Nusa Tenggara Bahas Sinergi Optimalisasi Pajak Daerah

Dengan dukungan hibah Rp200 juta tersebut, Pemkot Kupang menegaskan bahwa pembangunan sepak bola tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga pada proses panjang pembentukan pemain.

Pembinaan yang terukur, kompetisi yang berkelanjutan, manajemen organisasi yang sehat dan dukungan lintas pihak diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi pesepak bola Kota Kupang yang mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.