Pemkot Kupang Pasang GPS di 50 Truk Sampah, Tingkatkan Pengawasan dan Layanan Kebersihan

oleh -2057 Dilihat
Wali Kota Kupang Didampingi Wawali Kupang Paparkan 100 Hari Program Kerja Spektakuler di Hotel Harper Kupang pada Kamis, 14 Agustus 2025. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan melengkapi 50 armada truk pengangkut sampah dengan perangkat Global Positioning System (GPS). Langkah ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Serena Francis.

“Ada 50 truk sampah di Kota Kupang akan dipasang GPS,” ujar Christian saat memaparkan capaian program di Hotel Harper Kupang pada Kamis (14/8/2025).

Menurut Christian, pemasangan GPS bertujuan untuk mengawasi dan memantau pergerakan truk pengangkut sampah secara real time. Dengan begitu, kinerja armada dapat lebih terukur dan pengelolaan kebersihan kota menjadi lebih efisien.

“Dalam waktu dekat ini kita akan lakukan uji coba. Jadi kita bisa pantau pergerakan mereka di lapangan,” katanya.

Christian menambahkan, Kota Kupang kini sudah memiliki roadmap pengelolaan sampah yang jelas. Dokumen tersebut akan menjadi panduan bagi pemimpin di masa mendatang untuk melanjutkan sistem yang telah dibangun.

“Kami sudah buat roadmap-nya. Jadi siapapun pemimpinnya tinggal pakai saja. Karena selama ini tidak ada roadmap yang jelas,” ungkapnya.

Selain GPS, Pemkot Kupang juga menyiapkan insentif sebesar Rp500 ribu bagi petugas kebersihan yang bertugas mengangkut sampah pada hari Sabtu dan Minggu. Kebijakan ini diharapkan dapat memacu semangat kerja sekaligus meningkatkan kualitas layanan kebersihan.

“Jadi kita juga siapkan uang Rp500 ribu untuk tenaga kerja kebersihan yang mengangkut sampah hari Sabtu dan Minggu,” ujarnya.

Christian juga menyebut, untuk pertama kalinya Kota Kupang memiliki sistem pengolahan sampah terpadu di tingkat kecamatan. Dengan sistem ini, sebagian besar sampah dikelola langsung di kecamatan sehingga hanya sedikit yang perlu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Resmi Miliki Grand Design Pembangunan Kependudukan 5 Pilar hingga 2045

“Semua sampah dikelola habis di tingkat kecamatan. Hanya sedikit yang dibawa ke TPA Alak,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.