Pemkot Kupang Perkuat UKS/M, Sekolah Didorong Jadi Benteng Kesehatan Anak

oleh -61 Dilihat
Asisten I Sekda Kota Kupang, Hengky C. Malelak Buka Rapat Koordinasi UKS/M Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Rabu, 23 September 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang terus mendorong penguatan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) sebagai bagian penting dalam membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas.

Komitmen tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, saat membuka Rapat Koordinasi UKS/M Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (23/9/26).

Hengky menegaskan, UKS/M tidak boleh lagi dipandang sebagai kegiatan pelengkap di sekolah. Menurutnya, UKS/M harus menjadi bagian integral dari upaya pemerintah, sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi peserta didik.

“UKS itu bukan lagi sekadar pelengkap di sekolah, tetapi bagian dari upaya kita membangun generasi Kota Kupang yang sehat, tangguh dan berkualitas,” tegas Hengky.

Ia menjelaskan, kesehatan peserta didik tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika anak mengalami sakit. Lebih dari itu, aspek kesehatan mencakup pencegahan penyakit, edukasi perilaku hidup sehat, pemenuhan gizi, kesehatan mental, hingga perlindungan anak dan remaja dari berbagai risiko kesehatan.

Karena itu, sekolah didorong menjadi ruang yang aman, ramah, dan suportif bagi peserta didik. Guru, pengurus UKS, orang tua, serta tenaga kesehatan perlu memiliki kemampuan untuk mengenali perubahan perilaku maupun kondisi psikologis anak sehingga pendampingan dan rujukan dapat dilakukan apabila diperlukan.

Hengky yang juga Wakil Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang turut menekankan pentingnya edukasi dan pencegahan HIV/AIDS di kalangan anak dan remaja.

Menurutnya, informasi mengenai HIV/AIDS harus disampaikan secara benar, sesuai dengan usia peserta didik, serta menggunakan pendekatan yang tepat agar tidak menimbulkan stigma maupun diskriminasi.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Dukung Perayaan HUT ke-200 GMIT Bet’el Oesapa Tengah

“Edukasi kepada anak dan remaja harus dilakukan dengan informasi yang benar, sesuai usia dan dengan pendekatan yang tepat, serta tidak melahirkan stigma dan diskriminasi,” ujarnya.

Hengky menegaskan, upaya pencegahan HIV/AIDS dan berbagai persoalan kesehatan peserta didik tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, UKS, Puskesmas, KPA, orang tua, dan lingkungan sosial.

“Sekolah memiliki peran dalam edukasi dan deteksi dini. Puskesmas memperkuat pelayanan, pembinaan dan rujukan. Orang tua memberikan dukungan dari rumah. Kalau semua bergerak bersama, persoalan kesehatan peserta didik dapat kita tangani lebih cepat dan terpadu,” jelasnya.

Menurut Hengky, penguatan UKS/M juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang untuk menjadikan Kota Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Penguatan UKS/M, lanjutnya, sekaligus menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul karena kesehatan anak merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung proses pendidikan dan perkembangan generasi muda.

Ia mengajak seluruh peserta rapat koordinasi menjadikan forum tersebut sebagai ruang evaluasi untuk menyampaikan berbagai kondisi, kendala, serta kebutuhan sekolah. Dengan demikian, kebijakan dan langkah tindak lanjut yang dihasilkan dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta didik di Kota Kupang.

“Mari kita jadikan UKS/M sebagai gerakan bersama. Sebab membangun kesehatan anak hari ini berarti sedang menyiapkan kualitas sumber daya manusia Kota Kupang di masa depan,” pungkasnya.

Rapat Koordinasi UKS/M Tahun 2026 tersebut diikuti para kepala perangkat daerah, Sekretaris KPA Kota Kupang, camat se-Kota Kupang, Kepala Kantor Kementerian Agama, narasumber, kepala sekolah dan guru pengurus UKS/M, serta penanggung jawab UKS Puskesmas se-Kota Kupang.

Dalam rakor tersebut dibahas sejumlah isu strategis terkait pengembangan UKS, kesehatan mental anak dan remaja, pencegahan HIV/AIDS, pemenuhan gizi seimbang, serta pencegahan masalah gizi pada peserta didik.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Perkuat Analisis Situasi dan Evaluasi Program untuk Tekan Stunting

Materi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Hengky C. Malelak, Yohan Christianto, Sekretaris KPA Kota Kupang, dan dr. Nindi Ariesta Adriani. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.