Pemkot Kupang Siap Perkuat Ekosistem Inovasi Daerah Lewat GELANGNONA 2025, Anggaran dan Kategori Lomba Akan Diperluas

oleh -372 Dilihat
Wali Kota dan Wawali Kupang Pose Bersama Kepala Ombudsman Perwakilan NTT dan Kepala LLDIKTI Wilayah XV NTT. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmen kuat untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem inovasi daerah melalui Pagelaran Kupang Innovation Award (GELANGNONA) 2025. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, saat menerima audiensi Tim Juri dan Panitia GELANGNONA di Ruang Kerja Wali Kota, Senin (24/11/25).

Dalam audiensi tersebut, Wali Kota Christian menegaskan bahwa GELANGNONA menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan kompetisi inovasi yang sehat, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat. Ia memastikan bahwa mulai tahun 2026, anggaran GELANGNONA akan ditingkatkan dan kategori juara akan diperluas agar ruang kompetisi semakin inklusif.

“Penilaian harus objektif, bukan berdasarkan program milik pimpinan daerah, tetapi pada manfaat nyata bagi masyarakat. Setiap inovasi juga harus berorientasi pada implementasi lapangan, bukan hanya berupa ide,” tegas Wali Kota.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemkot Kupang sedang menyiapkan pengembangan Command Center Terpadu yang akan terhubung ke seluruh perangkat daerah. Fasilitas ini dirancang untuk memantau layanan dan menanggapi aduan masyarakat secara real time.

Pendekatan Bottom-Up dan Keterlibatan Akademisi

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menekankan pentingnya pendekatan bottom-up dalam melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Keterlibatan akademisi penting agar inovasi tidak hanya kreatif, tetapi juga berbasis riset dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.

Progres Penilaian GELANGNONA 2025

Ketua Tim Juri, Prof. Dr. Adrianus Amheka, memaparkan perkembangan penilaian terhadap 24 inovasi yang berasal dari perangkat daerah, kecamatan hingga RT/RW. Mayoritas inovasi berada pada sektor layanan dan proses, yang dinilai berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong perekonomian daerah.

“Kami menemukan banyak talenta inovatif di Kota Kupang. ASN dan masyarakat menunjukkan kreativitas, keberanian, dan kerja riset yang sangat kuat. Ini ruang luar biasa untuk pertumbuhan ekosistem inovasi kota,” ungkapnya.

Prof. Adrianus bersama tim juri juga mengusulkan pembentukan ekosistem inovasi berkelanjutan, termasuk pengembangan inkubator inovasi untuk pembinaan talenta inovator lokal secara sistematis.

Pemetaan Iklim Inovasi dan Skor Kematangan Tiga Prototipe

Kepala Balitbangda Kota Kupang, Solvie Y.H. Lukas, menjelaskan bahwa audiensi tersebut juga membahas hasil pemetaan iklim inovasi daerah berdasarkan proses penjurian. Selain itu, tim juga memaparkan scoring kematangan tiga prototipe inovasi unggulan yang diinisiasi pimpinan daerah:

  1. Inovasi AU ASA – Inisiasi Wali Kota, dilaksanakan RSUD S.K. Lerik
  2. Inovasi SABOAK – Inisiasi Wali Kota & Wakil Wali Kota, melibatkan perangkat daerah, BUMN/BUMD, pelaku usaha dan UMKM di bawah koordinasi Dinas Pariwisata
  3. Inovasi INA KASIH – Inisiasi Wakil Wali Kota, diimplementasikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Menurut Solvie, tingkat kematangan inovasi tersebut akan berpengaruh pada Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kota Kupang secara nasional, sehingga memerlukan koordinasi erat antar unsur pentahelix.

Komposisi Dewan Juri

Para juri GELANGNONA 2025 berasal dari berbagai unsur, yaitu:

  • Prof. Dr. Adrianus Amheka – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV, mewakili Pemerintah Pusat dan Akademisi
  • Darius Beda Daton – Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, mewakili Pemerintah Provinsi NTT
  • Dr. Alfonsus Theodorus – Kepala Bapperida Provinsi NTT
  • Djoese Nai Buti – Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT
  • Dari internal Balitbangda: Solvie Y.H. Lukas, Dr. Malisye Sjioen, dan Stenly Boimau (jurnalis dan inovator)
BACA JUGA:  Pembangunan Gedung Dinas Sosial NTT Tahap I Sudah Rampung, Namun Belum Bisa Difungsikan Sepenuhnya

Tingginya Antusiasme Peserta, Kesehatan Dominasi Pendaftaran

Pada kompetisi tahun ini, isu kesehatan menjadi yang paling banyak diangkat oleh para inovator. Sebanyak 7 UPTD Dinas Kesehatan (6 puskesmas dan 1 laboratorium kesehatan), serta perangkat daerah lain seperti Dinas P3A, Dinas P2KB, dan Kecamatan Alak turut berpartisipasi. Totalnya, sekitar 33,33 persen peserta berasal dari sektor kesehatan.

Kategori yang dikompetisikan meliputi:

  1. Perangkat Daerah/Perusahaan Daerah Terinovatif (Juara 1–3)
  2. Kecamatan/Kelurahan Terinovatif (Juara 1–3)
  3. Prototipe & Inspirasi Inovasi Terbaik (Juara 1–3)
  4. Video Inovasi Pilihan Publik (Juara 1–3)

Puncak Penghargaan

Acara puncak penganugerahan GELANGNONA Award 2025 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025 di Ballroom 1 dan 2 Swiss-Belcourt Hotel Kupang.

Dengan dukungan penuh dari pimpinan daerah serta kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Kupang berharap GELANGNONA 2025 menjadi momentum besar dalam mendorong inovasi berkelanjutan dan memperkuat daya saing daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.