Pemkot Kupang Siapkan Dua Langkah Strategi Tangani Prostitusi Anak: Pencegahan dan Penindakan

oleh -542 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmennya dalam menangani kasus prostitusi yang melibatkan anak-anak sekolah di Kota Kupang melalui dua strategi utama, yakni pencegahan dan penindakan.

Hal tersebut disampaikannya usai melaunching mobil ambulans jenazah gratis bagi masyarakat Kota Kupang di Kantor DPW PSI NTT, Sabtu (28/3/2026).

Menurut Christian, langkah pencegahan menjadi prioritas utama yang harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi sejak dini kepada para pelajar, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

“Kalau bicara pencegahan, intinya adalah edukasi. Kita harus turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak, termasuk mengenali bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh serta bagaimana bersikap terhadap orang asing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya pencegahan ini tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang semata, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Mengingat kewenangan pendidikan tingkat SMA dan perguruan tinggi berada di pemerintah provinsi, maka sinergi antar pemerintah menjadi sangat penting.

Selain itu, Christian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif, mulai dari lembaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), komunitas, hingga partai politik.

“Kita harus bersama-sama. Sosialisasi bisa dilakukan di Gereja, Masjid, Pura, dan ruang-ruang publik lainnya. Pencegahan sejak dini sangat penting, karena kalau sudah terjadi, penanganannya jauh lebih sulit dan membutuhkan biaya besar, belum lagi risiko penyakit menular termasuk penyakit menular seksual,” jelasnya.

Selain pencegahan, Pemerintah Kota Kupang juga menyiapkan strategi penindakan atau penanganan tegas terhadap pelaku.

Christian menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi berat guna menimbulkan efek jera, khususnya bagi pihak-pihak yang terlibat dalam praktik prostitusi anak.

BACA JUGA:  Kejati NTT Pastikan Tidak Ada Pemeriksaan Anggota DPRD Terkait Dugaan Korupsi Yayasan Tunas Timur

Ia mengungkapkan, Pemkot Kupang akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang melibatkan berbagai pihak, seperti Satpol PP, kepolisian, hingga unsur TNI untuk melakukan pengawasan dan penertiban di lapangan.

“Nanti kita bentuk satgas, turun langsung ke lokasi-lokasi seperti kos-kosan. Kita libatkan Pol PP, kepolisian, dan TNI agar penanganannya maksimal,” tegasnya.

Dengan dua strategi tersebut, Christian berharap kasus prostitusi anak di Kota Kupang dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.

“Intinya, kita bagi dua strategi besar, pencegahan dan penanganan. Dua hal ini harus berjalan bersama agar persoalan ini bisa kita atasi dengan baik,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.