Pemprov NTT dan BPJS Kesehatan Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan Lewat Gebyar Prolanis

oleh -651 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Kegiatan Gebyar Prolanis yang Dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama antara BPJS Kesehatan Wilayah Bali Nusra dan UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama BPJS Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Gebyar Prolanis yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama antara BPJS Kesehatan Wilayah Bali Nusra dan UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT, yang berlangsung di Halaman Parkiran Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu (31/1/2026).

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Gebyar Prolanis menjadi momentum penting dalam penguatan layanan kesehatan berbasis promotif dan preventif di Provinsi NTT.

“Kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari upaya penguatan layanan promotif dan preventif, sekaligus bentuk komitmen bersama dalam mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga melalui pemanfaatan layanan skrining secara optimal,” ujar Gubernur Melki.

Menurutnya, kolaborasi antara BPJS Kesehatan, UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT, serta seluruh mitra terkait merupakan langkah strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan yang terpadu, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat NTT.

Gubernur Melki juga menekankan pentingnya Skrining Riwayat Kesehatan sebagai upaya deteksi dini penyakit kronis. Program ini dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN maupun webskrining BPJS Kesehatan.

“Skrining Riwayat Kesehatan merupakan program deteksi dini penyakit kronis. Jika hasil skrining menunjukkan kategori berisiko, maka peserta dapat melanjutkan pemeriksaan skrining lanjutan di laboratorium, sehingga penyakit tidak berkembang menjadi lebih parah,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui skrining tersebut dapat dideteksi risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, gangguan fungsi ginjal, kolesterol, serta kondisi kesehatan lainnya yang kerap berkembang tanpa gejala.

Lebih lanjut, Gubernur Melki menyampaikan bahwa pelaksanaan skrining ini juga merupakan bentuk optimalisasi pemanfaatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan, pelayanan kesehatan dapat diberikan secara terstandar, terjamin pembiayaannya, serta dapat diakses secara luas oleh masyarakat NTT.

BACA JUGA:  DPRD NTT Apresiasi Inovasi RSUD Johannes Kupang dan Dorong Efisiensi Layanan

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengimbau seluruh masyarakat NTT untuk aktif menjaga kesehatan dengan melakukan sejumlah langkah penting, antara lain melakukan skrining kesehatan secara rutin, memastikan kepesertaan JKN tetap aktif, melakukan pemeriksaan kesehatan bulanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga teratur dan konsumsi makanan bergizi seimbang.

“Kesehatan merupakan modal utama dalam mewujudkan manusia yang produktif, profesional, dan berdaya saing, termasuk ASN, pensiunan, maupun seluruh masyarakat NTT. Upaya menjaga kesehatan tidak cukup dilakukan saat sakit, tetapi harus dimulai sejak dini melalui pencegahan dan deteksi dini penyakit,” pungkas Gubernur Melki. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.