Pemprov NTT Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Produktif di Tengah Tantangan Daerah

oleh -248 Dilihat
PLT Biro Adpim Setda NTT, Jusuf Lery Rupidara Mewakili Gubernur NTT Hadiri RAT Puskopdit Bekatigade Kupang pada Sabtu, 23 Mei 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong penguatan peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi produktif masyarakat di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Jusuf Lery Rupidara, saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXXVII Puskopdit Bekatigade Timor Tahun Buku 2025 di Sekolah Lapang Nekamese, Kupang, Sabtu (23/5/2026).

Dalam sambutannya, Lery Rupidara menegaskan bahwa koperasi kredit maupun koperasi simpan pinjam harus mampu bertransformasi menjadi instrumen penggerak ekonomi produktif, bukan sekadar tempat masyarakat meminjam uang untuk kebutuhan konsumtif.

“Kami berharap koperasi simpan pinjam tidak menjadikan pinjaman sebagai tujuan akhir. Pinjaman yang diberikan harus benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini NTT masih menghadapi sejumlah persoalan pembangunan, seperti rendahnya pendapatan per kapita, tingginya angka kemiskinan ekstrem, serta persoalan stunting dan berbagai masalah sosial lainnya. Di sisi lain, NTT memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan strategis di tingkat nasional.

Menurutnya, komoditas unggulan seperti kopi, kakao, jambu mete, garam, sapi, rumput laut, jagung, sektor pariwisata, hingga energi baru terbarukan menjadi peluang besar yang perlu dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam pembangunan daerah. Pemerintah, swasta, dunia usaha, perguruan tinggi, koperasi, dan masyarakat harus bekerja bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Yang membangun NTT ini bukan hanya birokrasi. Pemerintah hanyalah salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas. Pembangunan membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Kukuhkan Pengurus Forum BUMDes Indonesia DPW NTT Periode 2025-2030

Lery juga menyoroti struktur ekonomi NTT yang dinilai masih bertumpu pada sektor ekonomi ekstraktif dan belum sepenuhnya mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Padahal, sektor ini dinilai memiliki peluang besar dalam menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Masih banyak peluang ekonomi kreatif yang belum dikembangkan secara maksimal. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita semua, termasuk koperasi, untuk mengambil peran,” jelasnya.

Melalui momentum RAT Puskopdit Bekatigade ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap koperasi dapat semakin memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi rakyat, memperluas akses pembiayaan produktif, serta berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.