Penjualan Eceran NTT Mei 2026 Tumbuh 6,49 Persen, Ditopang Sektor Komunikasi dan Kendaraan

oleh -154 Dilihat
Kinerja Penjualan Eceran di NTT 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kinerja penjualan eceran di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Mei 2026 diprakirakan tetap menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang mencapai 64,79 atau tumbuh sebesar 6,49 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Meskipun masih tumbuh, capaian tersebut sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,77 persen (yoy). Namun demikian, kinerja ini tetap mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga di tengah dinamika ekonomi.

Pertumbuhan penjualan eceran pada Mei 2026 terutama ditopang oleh beberapa kelompok komoditas, di antaranya Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Kelompok Kendaraan, serta Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya. Ketiga sektor ini menjadi pendorong utama peningkatan aktivitas ritel di wilayah NTT, khususnya di Kota Kupang.

Di sisi lain, sejumlah kelompok komoditas diprakirakan mengalami penurunan kinerja. Kelompok tersebut meliputi Suku Cadang dan Aksesori, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Barang Budaya dan Rekreasi.

Secara bulanan (month to month/mtm), kinerja penjualan eceran di Kota Kupang pada Mei 2026 juga menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan April. Meski masih mengalami kontraksi tipis sebesar -0,004 persen (mtm), kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan April yang mengalami penurunan tajam sebesar -17,15 persen (mtm).

Perbaikan tersebut didorong oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak, yang turut meningkatkan permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan, terutama makanan dan minuman, sandang, serta sektor rekreasi.

Secara nasional, prakiraan IPR juga menunjukkan tren yang sejalan dengan kondisi di NTT. IPR nasional pada Mei 2026 tercatat sebesar 225,0 secara tahunan dan mengalami perbaikan secara bulanan dengan kontraksi sebesar -0,9 persen (mtm), yang juga dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama periode HBKN.

Dari sisi harga, tekanan inflasi dalam jangka pendek diprakirakan akan menurun. Hal ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) untuk Juli 2026 yang tercatat sebesar 194,7, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 200,0. Penurunan ini didukung oleh meredanya tekanan permintaan karena tidak adanya faktor musiman maupun HBKN besar pada periode tersebut.

Namun, dalam jangka menengah, tekanan inflasi diperkirakan kembali meningkat. IEH Oktober 2026 tercatat sebesar 197,6, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 190,5. Kenaikan ini dipengaruhi oleh potensi penurunan pasokan komoditas pangan akibat musim kemarau yang berkaitan dengan fenomena El Nino.

Dengan berbagai dinamika tersebut, kinerja penjualan eceran di NTT diharapkan tetap stabil dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang tahun 2026. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.