PEPARPROV NTT 2026 Jadi Ajang Penjaringan Atlet Menuju PEPARNAS 2028

oleh -81 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Resmi Buka PEPARPROV NTT 2026 di Hotel Papa John's Kupang pada Rabu, 4 November 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pekan Paralimpiade Provinsi (PEPARPROV) NTT Tahun 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga bagi atlet penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menjaring atlet-atlet potensial yang dipersiapkan mewakili Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) 2028.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka PEPARPROV NTT 2026 yang memperebutkan Piala Gubernur. Pembukaan berlangsung di Hotel Papa Jhons, Kota Kupang pada Rabu (4/11/2026) malam, ditandai dengan lima kali ketukan palu oleh Gubernur.

Mengusung tema “Menembus Keterbatasan, Taklukkan Dunia Lewat Prestasi”, kegiatan yang berlangsung pada 4–7 November 2026 ini diikuti 81 atlet dan 15 ofisial dari 10 kabupaten/kota di NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa PEPARPROV merupakan babak baru yang progresif dalam pembangunan keolahragaan di NTT. Menurutnya, olahraga harus menjadi ruang terbuka bagi setiap orang untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi tanpa dibatasi kondisi fisik maupun intelektual.

Ia berharap ajang ini mampu melahirkan atlet-atlet paralimpik berkualitas yang nantinya dapat mengharumkan nama NTT pada kompetisi tingkat nasional hingga internasional.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas pemerhati disabilitas dalam membangun ekosistem olahraga yang inklusif.

Semangat tersebut, katanya, sejalan dengan Dasa Cita ke-10 melalui kolaborasi bersama dalam gerakan “Ayo Bangun NTT”.

Dukungan itu harus diwujudkan melalui penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas, dukungan pendanaan, peralatan latihan, serta kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

“Pembangunan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar ekosistem pembinaan atlet disabilitas semakin kuat dan berdaya saing,” tegasnya.

BACA JUGA:  Empat Hari Berlaga, Open Tournament Karate Piala Gubernur Seri 1 Resmi Ditutup

Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) NTT, Viktor Haning, menjelaskan bahwa PEPARPROV merupakan ajang olahraga tingkat provinsi bagi atlet penyandang disabilitas atau dapat disebut sebagai PORPROV bagi komunitas paralimpik.

Menurutnya, hasil kompetisi ini akan menjadi dasar seleksi untuk menentukan atlet-atlet potensial yang dipersiapkan mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) menuju PEPARNAS 2028.

Viktor menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Gubernur dan Ketua DPRD NTT, atas perhatian, motivasi, serta dukungan nyata terhadap perkembangan olahraga penyandang disabilitas.

Ia juga mengapresiasi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT yang terus mendukung program pembinaan, termasuk pendampingan dan penyesuaian metode latihan sesuai kebutuhan atlet disabilitas.

Namun, Viktor berharap perhatian pemerintah tidak hanya sebatas pembinaan dan pemberian bonus ketika atlet meraih prestasi. Lebih dari itu, masa depan dan keberlanjutan kehidupan para atlet setelah mengakhiri karier olahraga juga perlu mendapat perhatian.

“Kita harus tetap berjuang, semangat, dan pantang menyerah. Kita ingin melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ajaknya.

Ketua Panitia, Albertus Vincent Rehi, dalam laporannya menyebutkan bahwa PEPARPROV NTT 2026 merupakan penyelenggaraan perdana yang dilaksanakan di Kota Kupang atas gagasan NPCI Provinsi NTT.

Sebanyak 81 atlet dan 15 ofisial dari 10 kabupaten/kota ambil bagian dalam kompetisi ini. Daerah peserta meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Sikka, Ende, Manggarai, dan Sabu Raijua.

Tiga cabang olahraga yang dipertandingkan yakni atletik, catur, dan tenis meja. Selain menguji kemampuan atlet, kompetisi ini juga menjadi sarana evaluasi pembinaan olahraga paralimpik sekaligus penjaringan bibit-bibit atlet potensial dari daerah.

BACA JUGA:  Wali Kota Cup II Kupang 2025 Jadi Ajang Bergengsi Klub Voli Lokal

Pada kesempatan tersebut, atlet NTT, Alfin Nomleni, yang pernah meraih medali emas dan perunggu pada ajang Asian Games, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan yang terus diberikan kepada para atlet.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang selalu mendukung kami para atlet,” ungkapnya.

Rangkaian pembukaan turut diisi dengan pembacaan janji atlet dan janji wasit sebagai bentuk komitmen menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, disiplin, dan persaudaraan selama pertandingan berlangsung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni; Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Wahyu Sabrudin; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Alfonsus Theodorus; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang; Direktur Utama Jamkrida; para Ketua NPCI kabupaten/kota se-NTT; serta panitia, pelatih, ofisial, pembina, dan seluruh kontingen atlet.

Usai membuka PEPARPROV NTT 2026, Gubernur Melki menyerahkan Piala Bergilir Gubernur kepada Ketua NPCI NTT, Viktor Haning, sebagai simbol dimulainya kompetisi olahraga paralimpik tingkat Provinsi NTT.

Melalui PEPARPROV 2026, Pemerintah Provinsi NTT bersama NPCI diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet disabilitas secara berkelanjutan. Ajang ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan atlet-atlet terbaik menuju PEPARNAS 2028 sekaligus membuka jalan bagi atlet NTT untuk bersaing di panggung olahraga nasional dan internasional.

Prestasi bukan ditentukan oleh keterbatasan, melainkan oleh semangat, kerja keras, disiplin, dan kesempatan yang diberikan kepada setiap atlet. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.