LLMC III Resmi Dibuka, Julie Laiskodat Perluas Panggung Olahraga NTT Lewat Sepak Bola, Tinju dan Kempo

oleh -40 Dilihat
Ketua Umum Pengurus Besar PERKEMI, Prof. Dr. Agus Setiadji Didampingi Ketua Umum Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat secara Resmi Membuka LLMC III 2026 di GOR Oepoi Kota Kupang pada Senin, 2 November 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) III tahun 2026 resmi menjadi panggung pengembangan olahraga yang lebih luas di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jika pada penyelenggaraan sebelumnya lebih berfokus pada sepak bola, tahun ini LLMC menghadirkan tiga cabang olahraga sekaligus, yakni sepak bola, tinju, dan Shorinji Kempo.

Ketua Umum Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan Kejuaraan Shorinji Kempo Antar-Dojo se-NTT memperebutkan Piala Bergilir Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) III di GOR Oepoi, Kota Kupang pada Senin (2/11/2026).

Kejuaraan Shorinji Kempo tersebut berlangsung pada 2-6November 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian LLMC III yang mengusung semangat memperluas ruang kompetisi serta pembinaan atlet berbagai cabang olahraga di NTT.

Dalam sambutannya, Julie mengungkapkan bahwa penyelenggaraan LLMC tahun ini merupakan tahun ketiga. Namun, ada perubahan penting dalam konsep pelaksanaannya. Tidak lagi hanya berfokus pada sepak bola, LLMC kini memberikan ruang bagi cabang olahraga lain untuk berkembang dan melahirkan atlet berprestasi.

Julie menyebutkan, perluasan cabang olahraga tersebut merupakan bagian dari upaya menggali potensi besar NTT di bidang olahraga.

“Pak Lazarus Laiskodat selalu mengatakan bahwa salah satu potensi besar NTT adalah olahraga. Kita pernah dua kali berturut-turut menggelar kegiatan sepak bola. Namun, NTT masih memiliki banyak potensi olahraga lainnya yang harus dikembangkan,” ungkap Julie.

Ia menjelaskan, tahun ini LLMC menghadirkan tiga cabang olahraga dengan total hadiah mencapai Rp1,1 miliar. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk keseriusan untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih kuat di NTT.

Julie juga mengungkapkan bahwa putranya, Vito Laiskodat, turut mengambil peran dalam mengurus penyelenggaraan LLMC tahun ini.

BACA JUGA:  Wagub NTT Ajak Generasi Muda Jauhi Miras dan Bangun Masa Depan Berkualitas

Khusus cabang Shorinji Kempo, Julie menyebutkan bahwa penyelenggaraan tahun ini masih merupakan tahap uji coba. Dukungan sponsor LLMC untuk kejuaraan tersebut mencapai Rp288 juta, sedangkan total hadiah bagi Dojo peringkat pertama hingga kesepuluh mencapai Rp75 juta.

Ia mengakui nilai hadiah tersebut masih relatif kecil. Namun, hal terpenting adalah tersedianya ruang kompetisi yang dapat mendorong para Kenshi meningkatkan kemampuan dan prestasi.

Julie memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar bertanding dengan penuh semangat, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Pergilah meraih prestasi, tetap junjung tinggi sportivitas, lakukan yang terbaik, dan terus berlatih dengan sungguh-sungguh. Saya yakin, latihan yang baik akan menghasilkan prestasi yang baik pula. Saya berharap NTT mampu meraih gelar juara umum,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa para juara pertama hingga ketiga akan mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan di Pulau Semau sebagai bagian dari rangkaian LLMC III.

Agus Setiadji Optimistis NTT Lahirkan Kenshi Juara Dunia

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar PERKEMI, Prof. Dr. Agus Setiadji secara resmi membuka dan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan LLMC III. Ia menilai kejuaraan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan Shorinji Kempo di NTT.

Agus membagikan pengalaman hidupnya dalam meniti perjalanan hingga menjadi seorang Kenshi. Menurutnya, keberhasilan tidak pernah diraih secara instan, melainkan membutuhkan perjuangan, kedisiplinan, dan keteguhan prinsip.

Ia mengingatkan para Kenshi agar memegang teguh nilai-nilai kehidupan yang diwariskan orang tua, yakni tidak boleh menyimpan dendam dan tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak milik sendiri.

“Untuk mencapai tingkatan tertentu, pasti ada jalan yang tidak mudah. Dalam Shorinji Kempo, kita tidak hanya membina kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk karakter bangsa dan jiwa-jiwa kesatria,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Produktif di Tengah Tantangan Daerah

Agus optimistis NTT memiliki potensi besar melahirkan Kenshi hebat yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan saat ini merupakan investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin belum terlihat dalam waktu dekat, tetapi akan menentukan kualitas generasi atlet pada masa mendatang.

“Apa yang kita lakukan sekarang akan terlihat hasilnya 20 sampai 30 tahun mendatang. Saya yakin suatu saat akan ada Kenshi dari NTT yang menjadi juara dunia. NTT harus menjadi pusat lahirnya Kenshi-Kenshi dunia,” tegasnya.

Ratusan Kenshi Ambil Bagian dalam LLMC III

Kejuaraan Shorinji Kempo Antar-Dojo se-NTT LLMC III diikuti ratusan atlet atau Kenshi dari berbagai kabupaten dan kota di NTT.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 852 Kenshi yang tergabung dalam 43 kontingen ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka akan bertanding dalam 88 nomor pertandingan hingga 6 November 2026.

Kejuaraan ini menjadi ajang evaluasi hasil latihan setiap Dojo sekaligus kesempatan bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan, mental bertanding, kedisiplinan, dan sportivitas.

Melalui LLMC III, Julie Laiskodat berharap perhatian terhadap olahraga di NTT semakin merata. Tidak hanya sepak bola, cabang olahraga seperti tinju dan Shorinji Kempo juga harus mendapatkan ruang pembinaan dan kompetisi yang memadai.

Dengan total hadiah Rp1,1 miliar dari tiga cabang olahraga, LLMC III diharapkan menjadi langkah nyata membangun prestasi olahraga NTT sekaligus mempersiapkan atlet-atlet potensial untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.