Perangi TBC dan Cegah Kanker, Pemkot Kupang Gandeng Organisasi Perempuan dan Mitra Kesehatan

oleh -79 Dilihat
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis Buka Acara Kolaborasi Kesehatan Masyarakat di RSUD SK. Lerik pada Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang memperkuat upaya pemberantasan tuberkulosis (TBC) sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan perempuan melalui kolaborasi bersama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera (KRIS), dan berbagai mitra kesehatan.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kolaborasi Kesehatan Masyarakat untuk Pemberantasan TBC yang berlangsung di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang pada Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada deteksi dini dan penanganan TBC, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan perempuan melalui dukungan tambahan bagi pasien TBC serta skrining kanker payudara.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemberantasan TBC membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, upaya memutus penyebaran penyakit ini tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan organisasi perempuan, keluarga, komunitas, dan masyarakat luas.

Serena mengungkapkan, Pemerintah Kota Kupang terus memperluas jangkauan skrining untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin.

Hingga saat ini, skrining telah menjangkau sekitar 4.800 orang dan menemukan 230 kasus. Pemerintah Kota Kupang menargetkan jumlah warga yang menjalani skrining meningkat menjadi 7.100 orang hingga akhir November 2026.

Capaian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus memperkuat edukasi kesehatan dan mendorong masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC.

“TBC bisa dicegah, diobati, dan disembuhkan. Karena itu, kita perlu melakukan deteksi dini dan memastikan pengobatan dijalani secara teratur sampai tuntas,” tegas Serena.

Ia menekankan bahwa masyarakat harus memiliki kesadaran untuk segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala yang mengarah pada TBC. Pasien juga perlu mendapatkan dukungan agar dapat menjalani pengobatan secara teratur sesuai arahan tenaga kesehatan.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Gaungkan Budaya Bersih Lewat Aksi Massal “Kupang Bersinar”

Serena mengingatkan bahwa pasien TBC tidak boleh dikucilkan atau mendapatkan perlakuan diskriminatif akibat penyakit yang dideritanya.

Sebaliknya, keluarga dan lingkungan masyarakat harus memberikan dukungan agar pasien tidak merasa takut atau malu untuk memeriksakan diri serta tetap bersemangat menyelesaikan pengobatan.

Menurutnya, stigma terhadap pasien justru dapat menjadi penghambat dalam upaya penanganan penyakit. Karena itu, edukasi dan perubahan pola pikir masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang mendukung kesembuhan pasien.

Perhatian Kesehatan Perempuan Diperkuat

Selain pemberantasan TBC, kolaborasi Pemerintah Kota Kupang bersama KOWANI dan KRIS juga menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan perempuan.

Dalam kegiatan tersebut, pasien TBC mendapatkan dukungan berupa suplemen tambahan. Selain itu, dilaksanakan pula skrining kanker payudara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Serena menjelaskan, pemberian suplemen merupakan dukungan tambahan untuk membantu pasien selama menjalani pengobatan. Namun, suplemen tersebut tidak menggantikan obat maupun standar penanganan medis yang telah ditetapkan.

“Pemerintah sendiri sudah memiliki program penanganan TBC, sementara suplemen yang diberikan ini merupakan tambahan untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh,” jelasnya.

Ia mengapresiasi keterlibatan KOWANI, KRIS, serta seluruh mitra yang mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurut Serena, kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, berkomitmen mendorong program kesehatan yang berkelanjutan, terutama dalam pencegahan penyakit, peningkatan kesadaran masyarakat, dan pemenuhan kebutuhan kesehatan perempuan.

KOWANI Apresiasi Program Kesehatan Pemkot Kupang

Ketua Umum KOWANI, Nanny Hadi Tjahjanto, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kota Kupang dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi perempuan.

BACA JUGA:  Meski Efisiensi Anggaran, Pemkot Kupang Tetap Salurkan Bonus bagi Atlet Peraih Medali PON XXI

Ia berharap kerja sama antara pemerintah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, dan berbagai mitra dapat memperluas jangkauan program pencegahan serta penanganan TBC.

Nanny menjelaskan, dukungan suplemen bagi pasien TBC diharapkan membantu menjaga kondisi tubuh selama menjalani pengobatan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa suplemen bukan pengganti obat dan pasien tetap harus mengikuti seluruh tahapan pengobatan sesuai ketentuan tenaga kesehatan hingga tuntas.

“KOWANI merupakan organisasi penggerak. Kami tidak bisa bekerja sendiri, tetapi bisa membangun harmonisasi dan kolaborasi dengan pemerintah serta berbagai pihak untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Nanny juga memberikan perhatian terhadap sejumlah program kesehatan perempuan yang dijalankan Pemerintah Kota Kupang, termasuk pembagian pembalut gratis bagi perempuan dari keluarga kurang mampu dan vaksinasi HPV gratis untuk membantu mencegah kanker serviks.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan perempuan merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendukung keberlanjutan pendidikan anak perempuan.

Ia menilai keterbatasan ekonomi tidak seharusnya membuat anak perempuan kehilangan kepercayaan diri, merasa malu, atau mengalami hambatan dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

“Saya melihat Pemerintah Kota Kupang memiliki perhatian yang besar terhadap kesehatan perempuan. Program pembagian pembalut gratis ini luar biasa. Kebutuhan tersebut sangat penting, terutama bagi perempuan dari keluarga kurang mampu,” ungkap Nanny.

Ia juga membuka peluang kerja sama lanjutan agar berbagai praktik baik dalam program kesehatan perempuan di Kota Kupang dapat dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Bangun Gerakan Bersama Tanpa Stigma

Nanny berharap pemberantasan TBC di Kota Kupang semakin diperkuat melalui kerja bersama pemerintah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan penanganan TBC tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pemeriksaan dan pengobatan, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih serta memberikan dukungan sosial kepada pasien.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Jajaki Kerja Sama Asuransi dengan BRI Insurance untuk Lindungi SDM dan Aset Daerah

“Kita berharap melalui kolaborasi ini, tidak ada lagi masyarakat yang menderita TBC di Kota Kupang. Kita harus membangun budaya hidup bersih dan tidak mengucilkan orang yang sakit, sehingga mereka merasa nyaman untuk berobat,” katanya.

Ia turut mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi HPV gratis sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks dan mendorong agar perhatian terhadap kesehatan perempuan terus diperkuat melalui program yang berkelanjutan.

“Perempuan sehat, perempuan berdaya, dan perempuan akan melahirkan anak-anak yang cerdas. Karena itu, kesehatan perempuan harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan organisasi kesehatan dan perempuan, akademisi, tenaga kesehatan, pimpinan perangkat daerah Kota Kupang, kepala UPTD Puskesmas se-Kota Kupang, serta sejumlah mitra pelayanan masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Kupang berharap upaya pemberantasan TBC semakin efektif, akses terhadap pelayanan kesehatan semakin luas, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan perempuan terus meningkat.

Sinergi lintas sektor diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, sekaligus memastikan setiap pasien mendapatkan kesempatan untuk menjalani pengobatan tanpa rasa takut, malu, maupun diskriminasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.