Peringatan Hari Buku Nasional 2026 di NTT, Ribuan Pelajar Ikuti Program Literasi dan Cetak Rekor MURI

oleh -151 Dilihat
Peringatan Hari Buku Nasional 2026 di NTT di Hotel Aston Kupang pada Selasa, 26 Mei 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Peringatan Hari Buku Nasional Tahun 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diwarnai dengan semangat literasi yang tinggi dari generasi muda. Pemerintah Provinsi NTT bersama Bank Indonesia Provinsi NTT, Balai Bahasa Provinsi NTT, dan Pokja Bunda Literasi menggelar Program Pendampingan Literasi Generasi Muda yang melibatkan ribuan pelajar dari seluruh wilayah NTT.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat, Henderina Sintiche Laiskodat yang mewakili Gubernur NTT, Bunda Literasi Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah, kepala sekolah, guru, dan siswa-siswi dari jenjang SD hingga SMA/SMK yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

Dalam sambutannya, Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini agar generasi muda NTT mampu tumbuh menjadi pribadi yang kritis, kreatif, dan percaya diri.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur NTT, Henderina Sintiche Laiskodat, menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan budaya literasi. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, turut memberikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam mengembangkan literasi di NTT. Ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyoroti pentingnya literasi ekonomi dan keuangan bagi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa pemahaman tentang pengelolaan keuangan, stabilitas ekonomi, dan peran Bank Indonesia perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu mengambil keputusan ekonomi secara bijak.

BACA JUGA:  Polemik KIP di STIKES Nusantara, LLDIKTI Wilayah XV NTT Ngaku Tak Tahu Skema Beasiswa

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Bank Indonesia Provinsi NTT juga melaksanakan Edukasi Literasi Kebanksentralan secara serentak di 151 SMA dan SMK di seluruh NTT. Program ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai peran Bank Indonesia, pentingnya pengendalian inflasi, serta pengelolaan keuangan yang sehat.

Kegiatan ini berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori Pelaksanaan Edukasi Kebanksentralan secara hybrid dengan jumlah peserta terbanyak. Sebanyak 15.636 siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh NTT tercatat mengikuti kegiatan ini, baik secara langsung maupun daring.

Penghargaan tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT, Bank Indonesia, Balai Bahasa, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cakap dalam literasi membaca, tetapi juga memiliki pemahaman ekonomi yang baik.

Melalui peringatan Hari Buku Nasional 2026 ini, diharapkan semangat literasi terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama di seluruh wilayah NTT, demi menciptakan generasi muda yang cerdas, kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.