Perkuat Tata Kelola BUMD, Gubernur NTT Resmi Lantik Direksi Jamkrida dan Kawasan Industri Bolok

oleh -104 Dilihat
Gubernur Melki Laka Lena Resmi Lantik Jajaran Direksi PT Jamkrida NTT dan PT Kawasan Industri Bolok di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Kamis, 9 Juli 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi melantik jajaran Komisaris Independen dan Direksi PT Jamkrida NTT (Perseroda) serta Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda) masa bakti 2026–2031.

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing yang berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Kamis (9/7/26).

Adapun pejabat yang dilantik di PT Jamkrida NTT yakni Frits Oscar Fanggidae dan Moni Wehelmina Muskanan sebagai Komisaris Independen, I Ketut Widya Karya sebagai Direktur Utama, Ferdinand Lerik sebagai Direktur Operasional, serta Yohanes Landu Praing sebagai Direktur Umum dan Keuangan. Sementara itu, Martinus A. Sengaji Tokan dilantik sebagai Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan bahwa seluruh proses pengisian jabatan telah dilakukan secara terbuka dan sesuai ketentuan, mulai dari seleksi hingga keputusan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Atas nama masyarakat Provinsi NTT, saya mengucapkan selamat kepada seluruh komisaris dan direksi yang dilantik. Kepercayaan ini harus dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Gubernur menaruh harapan besar kepada PT Jamkrida NTT agar semakin optimal menjalankan perannya sebagai lembaga penjamin kredit, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta sektor produktif lainnya di NTT.

Menurutnya, penguatan sektor UMKM menjadi prioritas pembangunan daerah, sehingga kehadiran Jamkrida harus mampu menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Ia juga berharap kehadiran Direktur Utama yang baru, I Ketut Widya Karya, dapat membawa pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan sistem penjaminan kredit, sehingga semakin banyak pelaku usaha di NTT yang memperoleh akses pembiayaan secara sehat dan profesional.

Selain itu, Gubernur menegaskan pentingnya penerapan prinsip good corporate governance dalam pengelolaan BUMD. Ia mengingatkan seluruh jajaran komisaris dan direksi agar menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap hukum.

“Kita tidak ingin ada persoalan hukum akibat lemahnya tata kelola. Bekerjalah secara profesional dan fokus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Kepada Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok, Gubernur meminta agar segera beradaptasi dan memperkuat sinergi dengan jajaran direksi lainnya guna mendorong percepatan pengembangan kawasan industri serta peningkatan investasi di daerah.

Lebih lanjut, Gubernur kembali menekankan konsep NTT Incorporated, yakni sinergi seluruh BUMD sebagai satu kekuatan ekonomi daerah. Ia menyebut Bank NTT, PT Jamkrida NTT, PT Kawasan Industri Bolok, dan PT Flobamor harus bekerja secara terpadu bersama perangkat daerah dalam mengembangkan potensi unggulan NTT.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan berbagai sektor strategis seperti pertanian, peternakan, kelautan, industri, hingga pembiayaan usaha masyarakat dapat berkembang lebih optimal.

“Kita harus membangun NTT melalui kerja bersama. Dengan sinergi yang kuat, saya yakin potensi besar daerah ini dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Gubernur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.