Perkuat UMKM dan Revolusi Pertanian, Gubernur NTT Resmikan NTT Mart Malaka

oleh -931 Dilihat
Gubernur Melki Melihat Produk-produk di NTT Mart Malaka. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Betun-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi melaunching NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Malaka yang berlokasi di Dusun Wemalai, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Jumat (23/01/2026). Kehadiran NTT Mart ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi pengusaha IKM dan UMKM dalam memperoleh pasar yang pasti dan berkelanjutan.

Peluncuran NTT Mart Malaka ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur NTT bersama Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, Ketua DPRD Kabupaten Malaka Adrianus Bria Seran, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Malaka. Momentum tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Kabupaten Malaka memiliki potensi besar, terutama di sektor pertanian yang didukung oleh kesuburan lahan. Potensi tersebut, menurutnya, harus diolah secara optimal agar memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Malaka ini potensinya besar, salah satunya melalui revolusi pertanian yang sudah berjalan sejak pemerintahan sebelumnya dan terus dilanjutkan hingga saat ini. Tanahnya subur, dan ini harus kita lihat sebagai peluang besar untuk dikembangkan,” ujar Gubernur Melki.

Ia menambahkan, melalui Dasa Cita Pemerintah Provinsi NTT dengan konsep dari ladang dan laut ke pasar, pemerintah berkomitmen memastikan para produsen lokal mendapatkan keuntungan yang layak dari hasil produksinya.

“NTT Mart hadir agar produk masyarakat NTT yang selama ini kesulitan mendapatkan pasar bisa difasilitasi. Produksi dari kita, maka kita juga harus membeli dan menggunakan produk kita sendiri. Dengan NTT Mart, kita dorong agar ekonomi Malaka bisa berdaulat dan mandiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki memaparkan empat fokus utama kebijakan pemerintah dalam penguatan UMKM, yakni permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), pendampingan usaha, peningkatan literasi keuangan, serta akses pasar melalui NTT Mart sebagai etalase resmi produk lokal.

Dia juga mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk aktif mendukung produk lokal dengan berbelanja di NTT Mart. Menurutnya, jika setiap ASN membelanjakan minimal Rp100 ribu per bulan, maka akan tercipta perputaran ekonomi yang signifikan di daerah.

“Produk OVOP dari desa, sekolah, komunitas, semua bisa masuk ke NTT Mart. Jika ada tamu dari luar daerah atau ASN yang bepergian ke luar NTT, oleh-olehnya bisa dibeli di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, menyampaikan bahwa kehadiran NTT Mart merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam memberdayakan ekonomi lokal dan mengangkat derajat masyarakat.

“Kabupaten Malaka memiliki produk unggulan seperti tenun ikat dari 127 desa, gerabah Malaka dari Desa Webriamata dan Wewiku, serta berbagai produk khas lainnya. NTT Mart menjadi gerbang emas untuk membawa produk-produk ini ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat 21 pelaku IKM dan UMKM di Kabupaten Malaka dengan total 648 produk yang telah difasilitasi untuk dipasarkan melalui NTT Mart. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.

Peluncuran NTT Mart Malaka ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat rantai pasok produk lokal, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan produk unggulan Malaka ke tingkat nasional hingga internasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.