Suarantt. Id, Jakarta-Kepengurusan Pengprov Persatuan Senam Indonesia (PERSANI) Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi terbentuk dan menerima Surat Keputusan (SK) dari Pengurus Besar PERSANI pusat yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum PB PERSANI, Ita Yuliati Irawan, dalam rangkaian acara Indonesia Open ke-4 Tahun 2025 di GOR Senam Raden Inten, Jakarta Timur pada Rabu (9/7/25).
Ketua Umum Pengprov PERSANI NTT, Johny Kilapong, menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk membangun cabang olahraga senam secara serius dan terstruktur di wilayah NTT. Seiring dengan penyerahan SK tersebut, PERSANI NTT juga resmi dipercaya menjadi tuan rumah cabang olahraga senam pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2028, yang awalnya direncanakan berlangsung di NTB.
“Setelah menerima SK dari PB PERSANI, langkah pertama kami adalah menyusun agenda prioritas guna membangun fondasi pembinaan senam yang selama ini belum pernah terbentuk secara resmi di NTT,” ujar Johny Kilapong.
Pembangunan Mini Gymnastics Center
Salah satu langkah nyata yang tengah dilakukan adalah persiapan pembangunan Mini Gymnastics Center di kompleks Sekolah Genu Kupang. Fasilitas ini akan menjadi pusat pelatihan atlet senam serta tempat pertandingan level pemula, sambil menanti terwujudnya pembangunan GOR Senam permanen.
“Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga serta Bappelitbangda, untuk mewujudkan infrastruktur dasar ini,” tegas Johny.
Kemitraan Nasional dan Pembinaan SDM
Pengprov PERSANI NTT juga telah menjalin kemitraan strategis dengan Jonathan Gymnastics Club (JGC), yang dipimpin oleh legenda senam nasional Coach Jonathan Sianturi. Coach Jonathan akan menjadi pelatih utama sekaligus mentor bagi pelatih-pelatih lokal, dengan dukungan teknis dari Kemenpora dan PB PERSANI.
Beberapa inisiatif yang sedang dijalankan antara lain:
MoU pembinaan dengan JGC dan penjajakan kerja sama sistem pelatihan intensif dengan PERSANI Jawa Barat.
Gerakan “Anak NTT Cinta Gymnastics” (GAN-CG) sebagai kampanye literasi dan edukasi senam sejak usia dini.
Scouting dan penjaringan bakat atlet usia 6–13 tahun dari seluruh kabupaten/kota di NTT.
Pelatihan pelatih dan wasit lokal serta pengajuan program beasiswa pelatihan melalui CSR BUMN.
Rencana kejuaraan antar pelajar, antar klub, dan tingkat provinsi secara bertahap.
Roadmap Menuju PON 2028
Dalam rangka mempersiapkan PON 2028, PERSANI NTT menargetkan untuk membentuk tim atlet elite dari berbagai kabupaten/kota. Pusat pelatihan akan berlokasi di Kupang, dengan program seleksi daerah, pelatihan lokal, serta pemusatan latihan di Jakarta dan Bandung.
“Kami menargetkan minimal 20 atlet elite yang siap tampil di PON 2028. Dukungan dari Dispora, KONI, Kemenpora, dan pihak swasta sangat kami harapkan untuk memenuhi kebutuhan pelatihan seperti matras standar, kostum, konsumsi, dan transportasi,” tambahnya.
Ajakan Kolaborasi
Dalam kesempatan ini, Johny Kilapong juga menyampaikan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan — pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, komunitas olahraga, dan media — untuk bersama-sama membangun olahraga senam di NTT.
“Senam bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang disiplin, keindahan gerak, dan karakter unggul. Ini adalah investasi SDM NTT menuju Indonesia Emas 2045. Saatnya anak-anak NTT melompat lebih tinggi — bukan hanya di matras, tetapi juga dalam mimpi, semangat, dan masa depan mereka.”
Pelantikan dan Diskusi Strategis
Pelantikan resmi Pengurus PERSANI NTT bersama PB PERSANI direncanakan digelar pada akhir Juli atau awal Agustus 2025 di Kupang. Momentum ini akan dibarengi dengan diskusi strategis bersama Pemerintah Provinsi dan KONI NTT dalam rangka konsolidasi menuju sukses sebagai tuan rumah cabang senam pada PON 2028.
Dengan semangat kolaborasi dan strategi bertahap yang matang, PERSANI NTT bertekad menjadikan PON 2028 sebagai tonggak sejarah baru bagi kebangkitan olahraga senam di bumi Flobamorata. ***






