Suarantt.id, Kupang-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan tercapainya swasembada pangan nasional dalam kegiatan Panen Raya Padi yang dipusatkan di Karawang, Jawa Barat pada Rabu (7/1/2026) siang.
Momentum bersejarah tersebut turut diikuti oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, secara daring dari Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang, Oelamasi.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kupang, Yosef Lede, unsur Forkopimda Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang, pejabat sipil, TNI-Polri, perwakilan penyuluh pertanian, Satgas Swasembada Pangan, serta para petani.
Sementara itu, Panen Raya Nasional di Karawang dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).
Pengumuman swasembada pangan dilakukan Presiden Prabowo di tengah hamparan sawah dan ditandai dengan aksi simbolik menumbuk gabah bersama perwakilan petani, Menko Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi sektor pangan nasional setelah bertahun-tahun bergantung pada impor.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan bukti nyata kekuatan bangsa dan fondasi utama bagi kemerdekaan serta kemajuan negara.
“Dengan mengucap bismillah, pada 7 Januari 2026, saya Presiden Prabowo Subianto mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan bagi rakyat Indonesia,” tegas Prabowo.
Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan capaian tersebut melalui pengelolaan yang bersih dan berani melakukan evaluasi. Ia mengapresiasi peran petani, penyuluh pertanian, serta seluruh jajaran pemerintah yang telah bekerja keras mewujudkan kemandirian pangan hanya dalam waktu kurang lebih satu tahun.
Selain beras, Prabowo menargetkan swasembada jagung dalam waktu dekat serta menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada protein hewani melalui pengembangan sektor peternakan dan perikanan.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa pengumuman swasembada pangan nasional merupakan kebanggaan besar bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar jika seluruh elemen bangsa bersatu.
“Ini adalah kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena mampu berswasembada pangan. Artinya, kita memiliki kekuatan jika bersatu. NTT sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian siap berkontribusi dengan mengoptimalkan seluruh lahan yang ada,” ujar Gubernur Melki.
Dia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendorong produktivitas pertanian melalui pemanfaatan lahan, penguatan petani, serta kolaborasi lintas sektor guna mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Keberhasilan swasembada pangan nasional juga berdampak signifikan terhadap perekonomian, baik di tingkat nasional maupun global. Penghentian impor beras Indonesia menekan harga beras dunia secara tajam, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dalam negeri, yang tercermin dari capaian Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi sepanjang sejarah.
Dengan capaian ini, NTT menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian penting dalam menjaga dan memperkuat swasembada pangan nasional demi masa depan Indonesia yang mandiri dan berdaulat di sektor pangan. ***





