Program Gema Agung, Strategi NTT Perkuat Produksi Jagung untuk Pangan, Pakan dan Industri

oleh -813 Dilihat
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Bily Oemboe Wanda. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mendorong pengembangan komoditas jagung sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Umbu Wanda, menjelaskan bahwa jagung merupakan bagian dari budaya konsumsi masyarakat NTT sekaligus komoditas utama yang ditanam petani untuk kebutuhan pangan, pakan ternak, dan potensi industri.

Namun hingga kini, produksi jagung di NTT masih belum mampu memenuhi kebutuhan industri karena ketersediaannya terbatas. Salah satu penyebabnya adalah pola tanam yang hanya dilakukan satu kali dalam setahun. “Ke depan, kita ingin mengembangkan pola tanam dua kali, baik musim hujan maupun musim panas, terutama di wilayah yang dekat dengan sumber air,” ujar Joaz kepada media ini pada Rabu, 10 Desember 2025.

Program Gema Agung atau Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung hadir sebagai strategi untuk memperkuat sektor jagung secara menyeluruh. Gerakan ini mengajak seluruh elemen masyarakat dan stakeholder untuk bersama-sama mendorong peningkatan budidaya, produktivitas, hingga penguatan agribisnis jagung di NTT.

Joaz menegaskan bahwa jagung memiliki nilai yang jauh lebih luas jika dikelola maksimal. Selain sebagai pangan dan pakan, limbah jagung seperti tongkol, batang, dan daun dapat dimanfaatkan sebagai energi biomassa. “Selama ini limbah jagung sering dibiarkan begitu saja. Padahal bisa menjadi sumber energi ramah lingkungan,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk LSM, kelompok tani, pemuda tani, dan perbankan seperti Bank Indonesia. Daerah-daerah dengan potensi besar meliputi Pulau Timor, Sumba, Manggarai Timur, Lembata, Maumere, dan Flores Timur akan menjadi fokus utama pengembangan Gema Agung.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang: Politik Harus Hadirkan Harmoni untuk Kemajuan Daerah

“Gema Agung ini adalah gerakan besar. Kita ingin menggugah masyarakat agar menjadikan jagung sebagai komoditas unggulan yang ditanam di musim hujan maupun kemarau. Kami berharap dukungan semua pihak agar program ini benar-benar menjadi penggerak peningkatan ekonomi masyarakat NTT,” tutup Joaz. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.