Program Penguatan Kewirausahaan Jadi Akselerator UMKM di Kota Kupang

oleh -1015 Dilihat
Wawali Kupang Pose Bersama Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, secara resmi membuka Temu Koordinasi Penguatan Kewirausahaan yang berlangsung di Aula Center GMIT Sinode Kupang pada Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan jajaran pejabat Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, di antaranya Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, serta sejumlah perwakilan kementerian terkait.

Turut hadir Asisten Deputi Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan, Trukan Sri Bahukeling, Direktur Musik Kemenparekraf, Mohammad Amin, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM, Muhammad Firdaus, Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi, perwakilan Pemerintah Provinsi NTT, para kepala perangkat daerah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenko PM yang membawa sejumlah agenda penting, termasuk peresmian Gedung GMIT Center dan dialog interaktif bersama pelaku usaha. Ia menyebut rangkaian kegiatan ini sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat kapasitas, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kota Kupang.

Serena menekankan pentingnya program Perintis Berdaya yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pelaku usaha lokal. Program tersebut, katanya, menghadirkan pelatihan dan pendampingan terstandarisasi, kolaboratif, serta berkelanjutan. “Program ini membuka jalan bagi wirausahawan lokal untuk berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung dinamika ekonomi digital yang memunculkan tren pekerja lepas (freelancer). Fenomena ini, menurutnya, menawarkan peluang besar sekaligus tantangan terkait perlindungan regulasi dan keberlanjutan pendapatan. Ia juga menyoroti ekonomi kreatif yang meski potensial, masih menghadapi keterbatasan akses pasar, kualitas pelatihan, dan pendampingan.

Pemerintah Kota Kupang, tambah Serena, terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendukung usaha lokal, antara lain melalui Saboak (Sunday Market Buat Orang Kupang) dengan perputaran ekonomi ratusan juta rupiah setiap pekan, fasilitasi NIB gratis, pelatihan, pendampingan, serta memperkuat akses permodalan. Pemkot juga menggali potensi budaya melalui event di setiap kelurahan yang sekaligus menjadi ruang kolaborasi warga dan komunitas kreatif.

BACA JUGA:  Atap Baru, Semangat Baru: Kepedulian PSI NTT untuk Pendidikan di Kota Kupang

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota menegaskan apresiasi terhadap peran Sinode GMIT yang konsisten menggerakkan ekonomi jemaat, termasuk melalui inisiatif GG Mart bersama Bank Indonesia sebagai wadah pemasaran produk lokal.

Sementara itu, Deputi Leontinus Alpha Edison menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya dengan bantuan sosial, melainkan harus disertai penguatan UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif. “Dengan adanya temu koordinasi ini, para peserta diharapkan bisa belajar banyak, memperoleh wawasan baru, dan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam usaha nyata,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Kupang yang dinilai terbuka untuk berkolaborasi dalam mendukung program penguatan ekonomi masyarakat. Deputi optimistis kegiatan ini menjadi momentum penting agar UMKM di Kota Kupang semakin berkembang di era digital. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.