Program SIAP SIAGA Perkuat Ketangguhan NTT Hadapi Ancaman Bencana

oleh -21 Dilihat
Pemprov NTT dan Australia Perkuat Ketangguhan Bencana Alam. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Program SIAP SIAGA terus menunjukkan peran strategis dalam memperkuat ketangguhan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat mendampingi kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi NTT di Kompleks NTT Fair, Kota Kupang.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia atas dukungan berkelanjutan melalui Program SIAP SIAGA yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas penanggulangan bencana di NTT.

“Terima kasih atas komitmen Pemerintah Australia yang terus mendampingi NTT melalui Program SIAP SIAGA. Dukungan ini sangat membantu dalam memperkuat kelembagaan BPBD, pengembangan sistem informasi kebencanaan, hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Gubernur Melki.

Menurutnya, penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan seperti Australia menjadi kunci dalam membangun ketangguhan daerah.

Gubernur juga menyoroti keberhasilan implementasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) yang dinilai efektif dalam memperkuat kesiapsiagaan hingga tingkat kecamatan. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Dalam Negeri, BNPB, pemerintah daerah, dan SIAP SIAGA.

Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, mengapresiasi sambutan Pemerintah Provinsi NTT serta mengakui besarnya tantangan kebencanaan yang dihadapi wilayah kepulauan tersebut. Ia menilai masyarakat NTT memiliki ketangguhan dan semangat gotong royong yang kuat dalam menghadapi bencana.

“Melalui Program SIAP SIAGA, Australia berkomitmen mendukung Indonesia dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih siap, inklusif, dan mampu melindungi masyarakat yang paling rentan,” ungkap Brazier.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Genjot Ekonomi Lokal di Rote Ndao, Fokus pada Hilirisasi Bawang Merah

Dalam kesempatan itu, rombongan meninjau langsung sistem pemantauan kebencanaan di Pusdalops BPBD NTT yang beroperasi selama 24 jam. Petugas memaparkan mekanisme pemantauan aktivitas 16 gunung api di NTT, termasuk Gunung Lewotobi Laki-Laki, Gunung Lewotolok, dan Gunung Iya, serta pemantauan gempa bumi dan kondisi cuaca secara real time.

Selain itu, diperlihatkan pula sistem informasi penyebaran abu vulkanik yang menjadi acuan penting dalam koordinasi dengan otoritas penerbangan guna mengantisipasi gangguan operasional bandara, khususnya di wilayah Flores.

Pusdalops BPBD NTT juga memperkenalkan aplikasi INATANA (Informasi Data Bencana Nusa Tenggara), sebuah sistem berbasis daring yang mengintegrasikan data kebencanaan dari 22 kabupaten/kota di NTT. Aplikasi ini memungkinkan pelaporan kejadian bencana, data pengungsi, hingga kebutuhan penanganan dapat diperbarui secara cepat dan akurat.

Tak hanya itu, Pusdalops juga mengembangkan layanan pengaduan rabies berbasis call center yang memungkinkan respons cepat terhadap laporan masyarakat terkait gigitan hewan penular rabies, melalui koordinasi dengan puskesmas dan dinas kesehatan setempat.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan Indonesia–Australia dalam upaya pengurangan risiko bencana, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.