Program “SMK Membangun Desa”: Gubernur NTT Ajak Warga Belu Ubah Pola Produksi

oleh -1084 Dilihat
Gubernur NTT Kunker ke Kabupaten Belu. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Atambua-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong masyarakat Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, untuk mengubah pola produksi dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tambah.

Program ini merupakan intervensi Pemerintah Provinsi NTT yang mengintegrasikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan desa untuk memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal. Melki menekankan, rendahnya pendapatan masyarakat selama ini bukan karena keterbatasan sumber daya, melainkan karena pola ekonomi yang masih mengandalkan penjualan bahan mentah.

“Selama ini kita tanam, panen, lalu langsung jual. Nilai tambahnya kecil. Sekarang harus diubah: tanam, panen, olah dulu, kemas dengan baik, baru dijual supaya harganya naik,” tegas Gubernur Melki.

Ia mencontohkan berbagai komoditas lokal seperti jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, minuman tradisional, hingga tenun ikat yang memiliki potensi besar jika diolah dan dikemas secara profesional. Produk sederhana pun, seperti jagung, bisa memiliki harga jual lebih tinggi jika diubah menjadi makanan siap konsumsi, misalnya popcorn.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Belu sebagai wilayah perbatasan dengan Timor Leste. Menurutnya, arus perdagangan yang tinggi seharusnya menjadi peluang bagi produk lokal menembus pasar lintas batas.

“Perbatasan ini transaksi hariannya besar sekali. Jangan sampai kita hanya jadi penonton, sementara barang dari luar yang menguasai pasar,” ujar Melki.
Program “SMK Membangun Desa” mengusung konsep One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product, mendorong desa, sekolah, dan komunitas memiliki produk unggulan masing-masing. SMK berperan sebagai pusat produksi dan inovasi, bukan hanya lembaga pendidikan teori.

Kegiatan yang berlangsung hingga 1 April 2026 ini menghadirkan pelatihan keterampilan seperti tenun ikat, menjahit, dan pengolahan pangan lokal. Sasaran utama adalah masyarakat desa, khususnya anak-anak putus sekolah, agar dapat meningkatkan kompetensi dan kemandirian ekonomi.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly Ch. Rambitan, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini sebagai langkah konkret menekan angka kemiskinan di desa. Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menekankan pentingnya kerja sama antara SMK dan desa dalam membangun ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Di akhir kunjungannya, Gubernur Melki menyerahkan bantuan peralatan dan pelatihan kepada Kepala Desa Teun, menegaskan bahwa kunci keberhasilan program adalah konsistensi mengubah pola produksi dan keberanian memulai dari hal sederhana.

“Mulai dari yang kita bisa. Jangan menyerah. Kalau kita konsisten, ekonomi desa pasti bergerak dan masyarakat akan lebih sejahtera,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.