Program WP2S Jadi Andalan Oebobo Wujudkan Pengelolaan Sampah Terarah

oleh -86 Dilihat
Camat Oebobo, Zet Batmalo. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Program Warga Pemilah dan Pengumpul Sampah (WP2S) menjadi andalan Kecamatan Oebobo dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang terarah dan berkelanjutan, sejalan dengan roadmap yang dicanangkan Pemerintah Kota Kupang.

Camat Oebobo, Zet Batmalo, mengatakan bahwa penanganan sampah di wilayahnya yang mencakup tujuh kelurahan, yakni Oebobo, Oetete, Fatululi, Kayu Putih, Oebufu, TDM, dan Liliba, terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.

Menurutnya, implementasi WP2S sudah berjalan cukup baik, khususnya di Kelurahan Oebufu. Hingga saat ini, sekitar 2.400 kepala keluarga telah berpartisipasi aktif memilah sampah dari rumah tangga maupun tempat usaha.

“Melalui program WP2S, masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak dari sumbernya. Ini menjadi langkah penting agar pengelolaan sampah lebih efektif dan terarah,” ujar Zet Batmalo kepada media pada Rabu, 20 Mei 2026.

Sampah yang telah dipilah kemudian dijemput oleh petugas untuk dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) guna diolah lebih lanjut. Proses ini ditangani oleh satuan tugas (satgas) yang terdiri dari unsur LPM, RT/RW, dan karang taruna.

Saat ini, satgas di Kelurahan Oebufu berjumlah 16 personel, dengan pembagian tugas empat orang melakukan penjemputan sampah dan 12 lainnya bertugas di TPST untuk pemilahan lanjutan dan pengolahan.

Meski demikian, Zet mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama keterbatasan armada pengangkutan sampah. Namun, pemerintah telah memberikan dukungan berupa tambahan satu unit motor roda tiga, sehingga memperkuat armada yang ada.

“Dengan adanya tambahan armada, kami optimistis pelayanan penjemputan sampah dari rumah tangga dan pelaku UMKM akan semakin maksimal,” jelasnya.

Selain Oebufu, Kelurahan Liliba juga mulai mengadopsi sistem serupa dengan membentuk satgas pengelolaan sampah yang saat ini masih dalam tahap persiapan operasional.

BACA JUGA:  Warga Maulafa Sampaikan Aspirasi Perbaikan Jalan HTI kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Sementara itu, di Kelurahan Kayu Putih, penanganan sampah masih dilakukan oleh pihak ketiga. Namun ke depan akan diintegrasikan dalam sistem satgas agar tetap sejalan dengan kebijakan pemerintah kota.

Zet Batmalo menegaskan, keberhasilan program WP2S sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat. Ia mengimbau warga untuk mulai memilah sampah dari rumah serta mematuhi jadwal pembuangan sampah ke TPS.

“Mari kita jadikan setiap rumah tangga sebagai pemilah sampah. Dengan begitu, lingkungan kita akan lebih bersih dan sehat,” pungkasnya. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.