Suarantt.id, Kupang-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan bahwa informasi terkait dugaan mobilisasi aparatur sipil negara (ASN) Kota Kupang serta permintaan sumbangan sebesar Rp250 ribu kepada masyarakat dalam rangka menyambut kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, adalah tidak benar alias hoaks.
Sekretaris DPW PSI NTT, Junaidin Mahasan, menyampaikan bahwa isu yang beredar di media sosial maupun selebaran tersebut merupakan informasi yang menyesatkan dan tidak pernah dilakukan oleh pihak PSI.
“Berita atau informasi yang menyebutkan Ketua DPW PSI NTT yang juga Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, melakukan mobilisasi birokrasi itu tidak benar. Begitu juga dengan isu adanya permintaan sumbangan Rp250 ribu kepada masyarakat, itu hoaks dan tidak pernah kami lakukan,” tegas Junaidin kepada wartawan di kantor DPD PSI Kota Kupang pada Minggu, 26 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa kedatangan Joko Widodo ke NTT merupakan bagian dari agenda silaturahmi sekaligus memenuhi undangan dari PSI Kota Kupang dan masyarakat dalam rangka pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda).
Menurutnya, PSI baik di tingkat provinsi maupun Kota Kupang telah siap menyambut kunjungan tersebut dengan berbagai kegiatan, termasuk karnaval gajah dalam hal ini budaya yang akan melibatkan masyarakat luas.
“Kami menargetkan sekitar 15 ribu orang akan hadir dalam rangkaian kegiatan, termasuk karnaval budaya yang menampilkan keberagaman dari berbagai daerah di NTT. Ini adalah pesta rakyat, bukan agenda politik semata,” jelas Sekertaris Komisi II DPRD NTT ini.
Junaidin juga menegaskan bahwa kehadiran Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 RI merupakan momentum penting bagi masyarakat NTT untuk mempererat hubungan dengan tokoh nasional serta menyampaikan aspirasi daerah.
“Kedatangan beliau bukan sekadar kepentingan politik, tetapi momentum silaturahmi dan memperkuat persaudaraan. Kami mengajak seluruh masyarakat NTT untuk menyambut dengan tertib, damai, dan penuh kegembiraan,” ujarnya.
PSI NTT juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta bersama-sama menjaga suasana kondusif selama kunjungan berlangsung.
“Politik harus membawa persatuan, bukan perpecahan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai semangat bersama untuk membangun NTT yang lebih maju,” tutup Junaidin.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPD Kota Kupang, Filmon Loasana, Ketua Bappilu PSI NTT, Kanisius To, Ketua Badan Saksi PSI NTT, Debora Lende, Ketua Bappilu DPD PSI Kota Kupang, Ahmad Talib, Wakil Ketua DPD PSI Kota Kupang, Muhammad Ramli dan Wakil Ketua DPD PSI Kota Kupang Amsel Maura. ***





