Puluhan Paguyuban Ramaikan Karnaval Budaya, Warga Minta Jadi Agenda Rutin Kota Kupang

oleh -104 Dilihat
Warga Kota Kupang Menikmati Atraksi Barongsai di Bundaran Tirosa pada Sabtu, 25 April 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Sebanyak 45 paguyuban dan perwakilan etnis memeriahkan karnaval budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-140 Kota Kupang dan ke-30 sebagai daerah otonom.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini mendapat apresiasi dari masyarakat, salah satunya Jhon, warga Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) pada Sabtu, 25 April 2026 malam.

Menurut Jhon, karnaval budaya tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat persatuan serta melestarikan keberagaman budaya yang ada di Kota Kupang. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat positif karena menghadirkan berbagai identitas budaya dalam satu panggung kebersamaan.

“Ini kegiatan yang sangat bagus. Kita bisa lihat berbagai budaya tampil bersama, menunjukkan bahwa Kota Kupang kaya akan keberagaman,” ujarnya.

Meski demikian, Jhon berharap agar kegiatan serupa tidak hanya digelar setahun sekali. Ia mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk menjadikan karnaval budaya sebagai agenda rutin yang bisa dilaksanakan setiap dua hingga tiga bulan sekali.

“Kalau bisa jangan hanya satu tahun sekali. Event seperti ini sebaiknya dibuat lebih rutin, misalnya dua atau tiga bulan sekali, supaya masyarakat terus merasakan kebersamaan dan budaya tetap hidup,” tambahnya.

Dalam karnaval tersebut, berbagai paguyuban dan instansi turut ambil bagian dengan menampilkan kekhasan budaya masing-masing. Di antaranya rombongan Sekretariat Daerah Kota Kupang, Paguyuban Keluarga Besar Manggarai Raya dengan atraksi tarian caci, Keluarga Besar Amanuban Timur Kabupaten TTS dengan tarian nataoni dan maekat (tarian perang), serta perwakilan Manado Minahasa.

Selain itu, hadir pula Bawaslu Kota Kupang, etnis Tionghoa dengan atraksi barongsai, Keluarga Besar Dae Nuse Ndao Kabupaten Rote Ndao, Keluarga Besar Maumere Kita Bersaudara, Bank NTT, Ikatan Keluarga Besar Amarasi, Minangkabau, Ende, BPS Kota Kupang, Ikatan Keluarga Sumba, Bali, Ngada, Batak, hingga perwakilan dari BI NTT.

BACA JUGA:  Komisi III DPRD NTT Tinjau Aset Pemprov yang Terbengkalai di Manggarai Barat

Tak ketinggalan, berbagai komunitas dari Maluku Utara, Maluku Barat, Lamaholot, Alor, Toraja, BI Perwakilan NTT, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang juga turut menyemarakkan kegiatan tersebut bersama sejumlah paguyuban lainnya.

Karnaval budaya ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Kota Kupang, tetapi juga menjadi wadah penting dalam menjaga dan melestarikan budaya di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kota Kupang sebagai kota multietnis yang harmonis.

Melalui kegiatan ini, semangat persatuan dalam keberagaman semakin terlihat nyata, sekaligus menjadi pengingat bahwa budaya adalah identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.