Ribuan Peserta Meriahkan Tour de EnTeTe, Gubernur Melki Salurkan Bantuan RTLH untuk Warga TTU dan TTS

oleh -57 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Didampingi Bupati TTU Falentinus Kebo di Acara Tour de EnTeTe 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Penyelenggaraan Tour de EnTeTe 2026 di wilayah daratan Timor tidak hanya menghadirkan kemeriahan olahraga dan kebersamaan masyarakat, tetapi juga membawa kepedulian nyata bagi warga yang membutuhkan.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyalurkan bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Kamis (5/11/2026).

Bantuan tersebut diberikan kepada masing-masing lima penerima manfaat dari kedua kabupaten, sehingga total terdapat 10 unit rumah yang mendapatkan dukungan pembangunan.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Tour de EnTeTe 2026 sekaligus wujud perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap peningkatan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Melki menegaskan, Tour de EnTeTe bukan sekadar kegiatan olahraga maupun perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan strategi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikannya saat melepas peserta Tour de EnTeTe Etape I Daratan Timor Rute II dengan lintasan Kabupaten TTU–TTS.

Menurut Melki, kegiatan yang melibatkan ribuan peserta tersebut memiliki arti strategis karena melintasi sejumlah wilayah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sepanjang rute.

“Harapan kita, momentum seperti ini terus dipelihara agar roda perekonomian masyarakat di Nusa Tenggara Timur semakin bergerak, mandiri, dan berkelanjutan,” ungkap Melki.

Ia juga meminta para bupati dan wali kota se-NTT agar memfasilitasi keterlibatan pelaku UMKM lokal pada setiap titik akhir atau finish kegiatan jalan sehat maupun lomba lari.

Melki menegaskan, titik finish harus menjadi ruang promosi sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Produk lokal seperti kuliner khas daerah, tenun ikat, dan berbagai produk UMKM lainnya harus diberikan kesempatan untuk tampil dan dipasarkan.

BACA JUGA:  Komisi V DPRD NTT Naik Pitam, Mercy Piung Pertanyakan Usulan Bantuan yang Tak Diakomodir Biro Pemkesra

Dengan meningkatnya mobilitas peserta, diharapkan omzet pelaku UMKM ikut meningkat serta memberikan dampak terhadap sektor pendukung lainnya, seperti transportasi lokal, akomodasi, dan kuliner.

Sementara itu, Ketua Panitia Etape I Rute II TTU–TTS, Alberd Pairikas, menjelaskan bahwa kegiatan dimulai dari Kantor Desa Oeprigi, Kabupaten TTU, dan berakhir di Kantor Camat Polen, Kabupaten TTS, dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer.

Kegiatan tersebut melibatkan kurang lebih 1.600 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK, masyarakat, personel TNI, serta ASN Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten TTU maupun TTS.

Tidak hanya olahraga, Tour de EnTeTe juga dirangkaikan dengan berbagai aksi sosial, antara lain mengunjungi rumah tidak layak huni, sekolah, pelaku UMKM, dan sejumlah titik kemasyarakatan lainnya.

Di lokasi finish, panitia menyiapkan Pojok Promosi UMKM, Bank NTT Corner, posko pemeriksaan kesehatan, pelayanan Samsat Keliling, serta aksi peduli lingkungan melalui penanaman bibit anakan pohon.

Bupati TTU, Yosep Falentinus Kebo, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Melki Laka Lena dan jajaran Pemerintah Provinsi NTT atas penyelenggaraan Tour de EnTeTe yang turut memberikan perhatian kepada wilayah perbatasan antara TTU dan TTS.

Menurutnya, pemilihan wilayah perbatasan sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk perhatian terhadap masyarakat di kedua kabupaten.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan penghargaan bagi lima peserta terbaik dari seluruh rangkaian Tour de EnTeTe 2026.

Para peserta terpilih akan mendapatkan hadiah berupa kesempatan berangkat ke Tanah Suci sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap olahraga, pariwisata, aksi sosial, dan pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke wilayah pelosok dan perbatasan.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Gelar Procurement Forum & Rakor UKPBJ: Pemerintah Dorong Transparansi dan Efektivitas Pengadaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.