Saat Flores Berduka, PDI Perjuangan NTT Bergerak Cepat Bangun Dapur Umum dan Bantu Evakuasi Warga

oleh -47 Dilihat
Ketua DPD PDIP NTT Didampingi Bendahara dan Pengurus Beri Keterangan Pers pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026), mendorong DPD PDI Perjuangan NTT bergerak cepat mengaktifkan seluruh jaringan partai untuk membantu masyarakat terdampak.

Respons tersebut tidak hanya dilakukan dengan membentuk posko bantuan, tetapi juga diarahkan pada pembangunan dapur umum, evakuasi warga, distribusi bahan pangan dan air bersih, serta pemantauan kondisi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus H. Takandewa, menegaskan bahwa jajaran partai harus hadir lebih awal ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Penegasan itu disampaikan Yunus kepada media, Sabtu (15/8/2026), di Ruang Rapat/Pertemuan DPD PDI Perjuangan NTT. Ia didampingi Sekretaris DPD Patrialis Laliwolo, Kepala Baguna Simon Petrus Nili, Elisabeth Adoe Yuliana, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Perempuan dan Anak Gusti Brewon, Wakil Ketua Bidang Organisasi, serta sejumlah wakil ketua lainnya.

“Pada prinsipnya, kami harus memastikan bahwa PDI Perjuangan hadir lebih awal. Informasi mungkin belum banyak dan bantuan mungkin belum banyak, tetapi paling tidak kami hadir, mencatat apa yang sedang terjadi, lalu melakukan koordinasi,” tegas Yunus.

Menurut laporan sementara yang diterima DPD PDI Perjuangan NTT, dampak gempa tersebar di sejumlah wilayah Flores, antara lain Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

Dapur Umum Dibangun di Tiga Daerah

Sebagai bentuk respons awal, DPD PDI Perjuangan NTT menginstruksikan pembentukan posko bantuan di kantor-kantor partai, baik tingkat kabupaten maupun kecamatan di wilayah terdampak.

Namun, kader tidak hanya diarahkan membangun posko di kantor partai. Sebagian kader juga diminta mendirikan posko langsung di lokasi terdampak agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan lebih cepat.

BACA JUGA:  Penjabat Sekda Pimpin Apel Kesadaran ASN Kota Kupang: Tegaskan Disiplin dan Semangat Pelayanan

Pada hari yang sama, dapur umum mulai dibangun di Kabupaten Sikka, Nagekeo dan Manggarai Barat.

Dapur umum tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak dan para pengungsi, khususnya masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan makanan akibat gangguan akses maupun kerusakan infrastruktur.

Yunus mengatakan kebutuhan paling mendesak di lapangan saat ini meliputi bahan pangan, air bersih, kebutuhan dasar pengungsi serta dukungan terhadap proses evakuasi.

“Hari ini kami sudah menginstruksikan agar dapur umum didirikan di beberapa titik. Penempatannya disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan,” jelasnya.

Kader Diminta Bantu Evakuasi Warga

Selain distribusi bantuan, kader PDI Perjuangan dari tingkat DPC, PAC, ranting hingga anak ranting diminta bergotong royong bersama tim SAR membantu proses evakuasi masyarakat yang terdampak.

Yunus menegaskan, instruksi tersebut bukan sekadar keputusan administratif organisasi, melainkan diarahkan menjadi gerakan kemanusiaan di lapangan.

“Bencana apa saja itu sudah ada di layar PDI Perjuangan. Layar rakyat, layar perjuangan, layar kemanusiaan. Itu menjadi cerita perjuangan,” katanya.

Menurut Yunus, keberpihakan kepada masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Ketika warga kehilangan rumah, akses jalan terputus, fasilitas umum rusak dan masyarakat harus mengungsi, kehadiran organisasi di tengah warga menjadi hal yang sangat penting.

Jaringan Partai Diaktifkan

Sejak menerima informasi mengenai gempa, jajaran PDI Perjuangan NTT langsung melakukan koordinasi secara berjenjang mulai dari DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting.

Koordinasi juga dilakukan dengan petugas partai dan kepala daerah di wilayah yang terdampak bencana.

Yunus mengatakan struktur organisasi yang dimiliki PDI Perjuangan menjadi modal untuk bergerak cepat dalam situasi darurat.

Ia meminta seluruh kader tidak menunggu kondisi menjadi lebih buruk untuk bergerak.

“Hadir lebih awal” menjadi kata kunci yang ditekankan Yunus dalam respons partai terhadap bencana Flores.

BACA JUGA:  Dewan Apresiasi Wali Kota Kupang Perjuangkan Bansos dan Sekolah Rakyat

Ia menegaskan kehadiran kader bukan untuk mengambil alih kewenangan pemerintah maupun lembaga resmi penanggulangan bencana, tetapi menjadi kekuatan pendukung bagi masyarakat dan petugas di lapangan.

Pimpinan Pusat Dijadwalkan Turun ke Flores

Respons terhadap gempa juga telah dikoordinasikan dengan jajaran pimpinan pusat PDI Perjuangan.

Yunus menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto telah mengetahui kondisi yang terjadi di Flores.

Jajaran partai dijadwalkan turun langsung ke wilayah terdampak pada Minggu (16/8/2026).

Ganjar Pranowo dijadwalkan tiba di Labuan Bajo dan kemudian bergerak menuju wilayah Manggarai untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak.

Selain itu, Sri Rahayu dan Tri Rismaharini juga disebut akan turun melalui Labuan Bajo untuk melihat kondisi di lapangan.

Dari DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus akan memimpin langsung tim menuju lokasi terdampak bersama jajaran pengurus dan bidang penanggulangan bencana.

“Besok kami akan berkonsentrasi langsung ke titik lokasi. Proses ini terus kami hadirkan untuk membangun solidaritas, solidaritas kemanusiaan, untuk meringankan beban dan melihat langsung penderitaan masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Data Korban dan Kerusakan Masih Diverifikasi

Terkait jumlah korban, Yunus mengingatkan bahwa data masih sangat dinamis karena proses evakuasi, pendataan dan verifikasi masih berlangsung.

Informasi sementara yang diterima menyebut terdapat korban meninggal dunia dan korban luka. Laporan lainnya menyebutkan lima orang meninggal dunia, terdiri dari dua orang di Maumere, Kabupaten Sikka, dan tiga orang di Kabupaten Manggarai.

Pusat gempa disebut berada di laut dengan kedalaman sekitar 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Petugas gabungan masih melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah warga, fasilitas umum, fasilitas pemerintahan, jalan dan berbagai infrastruktur lainnya.

BACA JUGA:  Kejati NTT dan KPU NTT Perkuat Sinergi Hukum untuk Pemilu Berintegritas

Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami longsor, terbelah bahkan terputus. Akses Trans Ende–Maumere juga terdampak, sementara sejumlah jalur lainnya mengalami gangguan akibat longsor dan guncangan gempa.

Beberapa fasilitas publik yang dilaporkan terdampak antara lain fasilitas pelabuhan, perbankan, gedung pemerintahan dan rumah ibadah.

Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Warga

Selain bantuan logistik dan evakuasi, PDI Perjuangan NTT juga memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur dan jalur evakuasi.

Kader yang turun ke lapangan diarahkan untuk memperoleh informasi faktual mengenai kondisi akses jalan, lokasi pengungsian, kebutuhan warga serta titik-titik yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Yunus mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan informasi resmi dari lembaga penanggulangan bencana dan mewaspadai kemungkinan gempa susulan.

“Kendali situasi dan koordinasi tetap ada pada Badan Penanggulangan Bencana provinsi. Mereka akan terus memperbarui informasi mengenai apa yang sedang terjadi di lapangan. Penanggulangan bencana di kabupaten dan kota juga sejak kejadian sudah bergerak bersama-sama,” jelasnya.

Menurut Yunus, kecepatan, keberanian dan konsistensi menjadi hal penting dalam menghadapi situasi darurat.

“Politik, kepemimpinan, organisasi apa saja pasti membutuhkan kecepatan, keberanian, dan konsistensi. Itu harus menjadi tekad terhadap semua yang terjadi,” tegasnya.

Bagi PDI Perjuangan NTT, gempa yang mengguncang Flores menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Posko bantuan, dapur umum, distribusi kebutuhan dasar dan dukungan evakuasi menjadi bentuk nyata gotong royong untuk membantu masyarakat.

Di tengah situasi ketika warga kehilangan tempat tinggal, akses jalan terganggu dan fasilitas publik mengalami kerusakan, Yunus menegaskan bahwa kehadiran kader harus benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ketika Flores berduka, perjuangan tidak boleh berjarak dari penderitaan rakyat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.