Silaturahmi di Bali, Wagub NTT Ajak Diaspora Jaga Nama Baik Daerah dan Keharmonisan

oleh -1206 Dilihat
Wagub NTT Pose Bersama Diaspora Asal Sumba di Bali. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma melaksanakan silaturahmi dan dialog bersama masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) asal Sumba yang bekerja di Provinsi Bali, bertempat di H-Culture Building, Denpasar, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan diaspora NTT, sekaligus menyerap aspirasi serta membangun sinergi dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan sosial di daerah perantauan.

Dalam arahannya, Wagub Johni Asadoma menekankan pentingnya menjaga sikap, menaati aturan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya setempat.

Ia mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah permasalahan yang muncul akibat kurangnya adaptasi terhadap norma dan adat istiadat masyarakat Bali.

“Permasalahan yang muncul disebabkan oleh belum optimalnya adaptasi terhadap budaya dan norma kehidupan masyarakat Bali. Hal ini yang perlu kita kawal bersama agar tidak mengganggu keharmonisan sosial,” ujarnya.

Dia juga mengajak seluruh diaspora NTT untuk saling peduli, menjaga solidaritas, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat guna mencegah potensi konflik di tingkat akar rumput.

Selain itu, Wagub menegaskan pentingnya menjauhi perilaku negatif seperti konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan yang dapat memicu gangguan ketertiban.

Dirinya juga mengingatkan agar para pekerja tetap fokus, disiplin, serta menjaga profesionalisme dalam bekerja.

“Tetap junjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya setempat, saling menghormati, dan bangun rasa cinta terhadap Bali sebagaimana mencintai daerah asal NTT,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menyampaikan pesan inspiratif kepada diaspora untuk berkontribusi positif di daerah perantauan.

“Bangun Bali, bangun NTT, dan bangun keluarga kita. Mari kita ciptakan kedamaian, ketentraman, dan kenyamanan di tempat kita berada,” pungkasnya.

Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat dan organisasi diaspora seperti Ketua Ikatan Flobamora Herman Umbu Billi, Ketua Bali Partnership Filemon Koweho, perwakilan Majelis Desa Adat, Forum Kerukunan Umat Beragama, serta para pemuka agama dan paguyuban masyarakat Sumba di Bali.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Akan Lantik Empat Pejabat Eselon II, Tiga Jabatan Masih Kosong

Ketua Ikatan Flobamora dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur NTT yang dinilai sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat NTT di perantauan.

“Terima kasih karena Bapak Wakil Gubernur kembali datang untuk bersilaturahmi dengan kami. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakatnya,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Majelis Desa Adat juga mengapresiasi kunjungan tersebut serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan pembinaan terhadap diaspora NTT, khususnya yang bekerja di sektor konstruksi, agar tetap menjaga ketertiban dan menghormati sistem adat yang berlaku di Bali.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif untuk menjaga citra positif masyarakat NTT di Bali, sekaligus memperkuat keharmonisan dan kehidupan sosial yang damai di tengah keberagaman. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.