Suarantt.id, Kupang-Kebangkitan cabang olahraga hockey di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai terlihat dari Kupang. SMAN 7 Kupang tampil sebagai pionir dengan menghadirkan kelas khusus berbasis latihan intensif untuk mencetak atlet muda sejak bangku sekolah.
Kepala SMAN 7 Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau, menegaskan bahwa program ini lahir dari kesadaran akan potensi besar generasi muda NTT serta dorongan berbagai tokoh olahraga di daerah.
“Kami melihat anak-anak punya bakat dan fisik yang mendukung. Karena itu, kami berani membuka kelas khusus hockey sebagai langkah awal membangun prestasi dari sekolah,” ujar Bendahara Umum Hockey Indonesia Provinsi NTT ini pada Jumat,7 Agustus 2026.
Program ini mulai berjalan sejak tahun ajaran 2025/2026 dengan satu kelas berjumlah 36 siswa. Para siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga digembleng melalui latihan rutin yang sudah berjalan selama satu tahun terakhir.
Model pembelajaran yang diterapkan pun berbeda. Sebanyak 50 persen waktu digunakan untuk praktik olahraga, sementara 50 persen lainnya untuk akademik. Bahkan, jam masuk sekolah disesuaikan menjadi pukul 08.15 WITA karena siswa lebih dulu menjalani latihan fisik di pagi hari.
“Ini komitmen kami. Akademik tetap jalan, tapi pembinaan olahraga menjadi fokus utama. Materi juga kami sesuaikan agar anak-anak tidak terbebani,” jelasnya.
Sebagai bagian dari regenerasi, setiap tahun sekolah akan membuka satu kelas baru dengan jumlah siswa yang sama. Tahun ini, kembali disiapkan 36 siswa melalui proses seleksi.
Menariknya, program ini kini mulai mengakomodasi atlet perempuan. Dari total 36 siswa, akan dibagi menjadi 18 laki-laki dan 18 perempuan, menyesuaikan kebutuhan kompetisi yang mempertandingkan kategori putra dan putri.
“Awalnya hanya laki-laki, tapi sekarang kita siapkan juga perempuan. Ini penting untuk kesiapan menghadapi kejuaraan,” tambah Wemvrid.
Meski belum memiliki fasilitas lengkap seperti sekolah olahraga, SMAN 7 Kupang tetap menjalankan program ini dengan penuh komitmen. Sekolah juga membuka peluang dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengadaan fasilitas dan asrama di masa depan.
“Kami jalan dulu dengan apa yang ada. Ke depan, kalau ada dukungan fasilitas, tentu akan sangat membantu pengembangan atlet,” ujarnya.
Langkah SMAN 7 Kupang ini menjadi titik awal kebangkitan hockey di NTT. Dari ruang kelas sederhana, lahir harapan besar untuk mencetak atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. ***





