SMKN 1 Kupang A Juara Umum LLMC Cup III, Julie Laiskodat Dorong Semau Jadi Panggung Sport Tourism dan Kebangkitan Ekonomi NTT

oleh -79 Dilihat
SMKN 1 Kupang A Juara Umum LLMC Cup III 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Dojo SMKN 1 Kupang A keluar sebagai juara umum Kejuaraan Shorinji Kempo Antar Dojo se-NTT memperebutkan Piala Bergilir Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) III Tahun 2026. Kejuaraan yang berlangsung pada 2–6 November 2026 tersebut ditutup dengan partai final di Sport City Semau, Kabupaten Kupang pada Jumat (6/11/2026).

SMKN 1 Kupang A tampil gemilang dengan mengoleksi 18 medali emas, 11 perak, dan 11 perunggu atau total 40 medali. Prestasi ini mengantarkan dojo tersebut menduduki posisi teratas dalam klasemen akhir kejuaraan.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, menegaskan bahwa LLMC Cup III tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang perebutan prestasi olahraga. Lebih dari itu, kejuaraan ini harus menjadi momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat NTT, khususnya di Pulau Semau.

Menurut Julie, kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial, keluarga atlet, dan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di NTT merupakan peluang besar memperkenalkan potensi wisata Semau kepada publik yang lebih luas.

Ia berharap Semau tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga mampu berkembang menjadi destinasi penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga berskala daerah maupun nasional.

“Olahraga harus memberikan dampak yang lebih luas. Selain melahirkan atlet berprestasi, kegiatan seperti LLMC ini juga harus mampu memperkenalkan potensi daerah dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” menjadi semangat yang ditekankan Julie dalam pengembangan sport tourism di NTT.

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem tersebut menjelaskan, penyelenggaraan event olahraga berpotensi menghidupkan berbagai sektor ekonomi masyarakat, mulai dari transportasi lokal, kuliner, UMKM, akomodasi, hingga jasa lainnya.

Karena itu, pengembangan sport tourism membutuhkan kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat setempat.

BACA JUGA:  7 Tahun Vakum, Kejurda Grasstrack Piala Bupati Rote Ndao Kembali Digelar, Bidik Atlet Menuju PON 2028

Di sisi lain, Julie menegaskan bahwa pembinaan atlet tetap menjadi tujuan utama penyelenggaraan LLMC. Kejuaraan ini menjadi ruang untuk menemukan bibit atlet potensial, meningkatkan kemampuan, memperkuat persaudaraan antardojo, serta mempersiapkan atlet Kempo NTT menghadapi kompetisi nasional dan internasional.

Keseriusan PERKEMI NTT dalam mempersiapkan atlet menghadapi Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di Nagoya, Jepang, dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 juga ditunjukkan melalui rencana mendatangkan pelatih dari Jepang untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan atlet.

Julie turut mengingatkan bahwa keberhasilan seorang kenshi tidak semata-mata diukur dari kemampuan teknik maupun jumlah medali. Lebih penting, olahraga Kempo harus membentuk karakter, disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, dan semangat persaudaraan.

Atlet yang meraih kemenangan diharapkan tidak cepat berpuas diri. Sebaliknya, mereka yang belum berhasil harus menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

Dalam klasemen akhir LLMC Cup III 2026, Dojo SMKN 1 Kupang A berada di posisi pertama dengan 18 emas, 11 perak, dan 11 perunggu atau total 40 medali.

Posisi kedua ditempati Dojo KONI NTT dengan 9 emas, 9 perak, dan 7 perunggu atau total 25 medali. Sementara Dojo Malaka berada di peringkat ketiga dengan 9 emas dan 6 perunggu atau total 15 medali.

Wakil Ketua Umum I Pengprov PERKEMI NTT, Sensei George M. Hadjoh, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan besar yang diberikan kepada atlet Kempo NTT.

George mengungkapkan, selama 48 tahun perjalanan PERKEMI NTT, baru kali ini atlet yang mengikuti kejuaraan antarkota memperoleh dukungan bonus dengan nilai lebih dari Rp200 juta.

Ia menyebutkan total dukungan yang diberikan mencapai Rp228 juta. Selain itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan tambahan sumbangan sebesar Rp100 juta kepada seluruh atlet.

BACA JUGA:  Piala Wali Kota Kupang Jadi Momentum Pembinaan Atlet Kempo NTT

Menurut George, dukungan tersebut harus dijawab dengan kerja keras dan pencapaian prestasi yang membanggakan.

“Tugas kita adalah menciptakan prestasi. Prestasi tidak lahir dari game, tetapi lahir dari proses kerja keras dan pantang menyerah,” tegasnya.

George juga menyampaikan terima kasih kepada Vito Valentino Laiskodat selaku pemilik event dan penanggung jawab keluarga dalam penyelenggaraan LLMC Cup III Tahun 2026. Ia mengapresiasi seluruh dukungan dan kontribusi yang diberikan sehingga kejuaraan tersebut dapat berlangsung dengan baik dan memberikan ruang bagi pembinaan atlet Kempo NTT.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ignasius Repelita Rega, SH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan LLMC Cup III 2026.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Gubernur NTT selaku Ketua Umum KONI NTT, para kepala daerah se-NTT, jajaran pengurus PERKEMI, perangkat daerah terkait, tim medis, insan pers, orang tua kenshi, wasit, serta para pelatih.

Panitia memberikan penghargaan berupa medali dan piagam kepada para juara pertama, kedua, dan ketiga. Selain itu, bonus pembinaan diberikan kepada kontingen atau dojo yang menempati peringkat 1 hingga 10, termasuk penghargaan khusus bagi kenshi dan wasit teladan.

Menariknya, pelaksanaan LLMC Cup III yang diperluas dengan mempertandingkan cabang olahraga Kempo dan tinju juga memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Semau.

Puluhan pelaku UMKM lokal membuka lapak di sekitar lokasi pertandingan dengan menjajakan berbagai makanan dan minuman. Kehadiran atlet dan pengunjung membuat lapak-lapak tersebut ramai dikunjungi dan memberikan tambahan pendapatan bagi para pedagang.

Bahkan, keberangkatan rombongan menuju Pulau Semau difasilitasi Julie Sutrisno Laiskodat dengan mencarter seluruh perahu penyeberangan dari Pelabuhan Tenau menuju Pelabuhan Hansisi, Semau.

Pada partai final di Semau Sport City, ratusan atlet, ofisial, pengurus PERKEMI NTT, dan orang tua atlet memadati lokasi pertandingan.

BACA JUGA:  Wali Kota Cup II Kupang 2025 Jadi Ajang Bergengsi Klub Voli Lokal

Bagi para pelaku UMKM, penyelenggaraan LLMC Cup III menjadi berkah tersendiri. Kehadiran peserta dan penonton mendatangkan tambahan pembeli serta menghidupkan aktivitas perdagangan masyarakat setempat.

Kesuksesan LLMC Cup III membuktikan bahwa event olahraga dapat menjadi lebih dari sekadar arena pertandingan. Dengan pengelolaan dan kolaborasi yang tepat, olahraga mampu melahirkan atlet berprestasi, memperkenalkan destinasi wisata, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.