TPK Hotel Bintang Mei 2025 Capai 42,81 Persen, Turun Meski Kunjungan Wisatawan Meningkat

oleh -1330 Dilihat
Kepala BPS NTT Matamira Kale. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) NTT dimana Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Mei 2025 tercatat sebesar 42,81 persen, mengalami penurunan sebesar 2,08 persen dibandingkan Mei 2024 (year-on-year/y-on-y). Hal itu disampaikan Kepala BPS NTT, Mira Kale secara virtual pada Selasa, 1 Juli 2025.

Dijelaskan bahwa penurunan ini terjadi di tengah tren positif jumlah kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. BPS mencatat bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk utama NTT pada Mei 2025 mencapai 18.926 kunjungan, melonjak 95,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu kata Mira, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang masuk ke Provinsi NTT mencapai 820.703 perjalanan, meningkat sebesar 26,86 persen (y-on-y). Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) juga mengalami kenaikan sebesar 22,11 persen, dengan total 6.037 perjalanan.

“Meski angka kunjungan wisatawan mengalami pertumbuhan signifikan, belum berbanding lurus dengan tingkat hunian kamar hotel berbintang. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, TPK Mei 2025 sebenarnya mengalami peningkatan dari 37,64 persen pada April 2025 menjadi 42,81 persen, namun secara tahunan tetap menunjukkan tren penurunan,”sebutnya.

Dikatakan, penurunan TPK ini mengindikasikan adanya tantangan tersendiri dalam sektor perhotelan di NTT, seperti ketidakseimbangan antara jumlah wisatawan dan kapasitas akomodasi, serta preferensi wisatawan terhadap jenis penginapan alternatif seperti homestay atau penginapan nonbintang.

Tren TPK hotel berbintang selama beberapa bulan terakhir menunjukkan fluktuasi. Pada Maret 2025, TPK hanya berada di angka 27,02 persen, sementara Februari 2025 mencapai 28,28 persen. Meski demikian, Mei mencatat angka tertinggi sepanjang semester pertama 2025.

Peningkatan kunjungan wisatawan yang belum sepenuhnya berdampak pada TPK menjadi catatan penting bagi pelaku industri pariwisata dan pemerintah daerah dalam merancang strategi pengelolaan destinasi dan promosi akomodasi ke depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.