Wagub NTT Ajak Gereja Perkuat Pembinaan Umat dan Bangun Karakter Masyarakat

oleh -23 Dilihat
Wagub NTT Didampingi Bupati Sumba Timur Hadiri Acara Penutupan Sidang Sinode XLIV GKS di Sumba Timur. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Waingapu-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengajak gereja untuk terus memperkuat pembinaan umat serta berperan aktif dalam membangun karakter masyarakat yang beriman, rukun, damai, dan produktif.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Penutupan Sidang Sinode XLIV Gereja Kristen Sumba (GKS) di Jemaat GKS Nggongi, Klasis Mahu Karera, Kabupaten Sumba Timur pada Kamis (9/7/2026) malam.

Dalam sambutannya, Wagub Johni menegaskan bahwa pemerintah memandang gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan, tidak hanya dalam aspek rohani, tetapi juga dalam membentuk perilaku dan karakter masyarakat.

Ia menekankan pentingnya peran gereja dalam membimbing umat untuk meninggalkan budaya-budaya yang tidak produktif melalui terang Injil, sehingga mampu beradaptasi dan membawa nama baik NTT di mana pun berada.

“Kita pernah menghadapi sorotan terkait citra masyarakat NTT di Bali. Bahkan ada penolakan terhadap sebagian warga kita karena belum mampu beradaptasi dengan baik. Pemerintah telah melakukan kunjungan dan pembinaan, dan kini mulai terlihat perubahan positif,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut berakar pada kebiasaan yang masih terbawa saat berada di luar daerah. Karena itu, gereja diharapkan dapat mengambil peran dalam membina umat agar perlahan meninggalkan kebiasaan yang tidak produktif.

“Pelayanan gereja tidak hanya berbicara tentang kehidupan rohani, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku masyarakat. Melalui pembinaan berkelanjutan, kita berharap masyarakat mampu berubah dan hidup berdampingan dengan baik,” tegasnya.

Wagub juga menyoroti persoalan stunting dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar di NTT. Ia menilai, penyelesaian masalah tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk gereja sebagai mitra pembangunan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penyelesaian persoalan melalui musyawarah adat dan jalur hukum, serta menghindari kekerasan atau konflik antarkelompok.

BACA JUGA:  Wagub NTT Optimistis K-SIGN Rote Ndao Tekan Pengangguran dan Impor Garam

“Gereja harus berani mengubah budaya yang tidak produktif. Nilai-nilai budaya yang baik tetap dipertahankan, namun yang menghambat kemajuan harus diubah melalui terang Injil,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Wagub Johni mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKS periode 2022-2026, serta mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru periode 2026-2031.

Ia mengajak seluruh warga GKS untuk memberikan dukungan kepada pengurus baru agar dapat menjalankan pelayanan secara optimal demi menghadirkan gereja yang semakin berdampak bagi masyarakat dan pembangunan di Pulau Sumba maupun NTT.

Sementara itu, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Sidang Sinode XLIV GKS yang telah menetapkan kepengurusan BPMS periode 2026-2031.

Menurutnya, persidangan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus menetapkan arah pelayanan gereja lima tahun ke depan.

“GKS selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan keagamaan, tetapi juga dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial,” ujarnya.

Ia juga mengakui masih adanya berbagai persoalan mendasar seperti kemiskinan, stunting, pendidikan, dan kesehatan, yang membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk gereja.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Sinode GKS periode 2022-2026, Pdt. Marlin Lomi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian Sidang Sinode XLIV dengan baik.

Ia berharap kepengurusan baru dapat menerjemahkan tema dan subtema sidang ke dalam pelayanan nyata yang berdampak bagi jemaat dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Sumba Timur, para pendeta, peserta sidang, serta jemaat GKS.

Sebagai informasi, Sidang Sinode XLIV GKS yang berlangsung pada 2-9 Juli 2026 telah menetapkan jajaran pimpinan BPMS GKS periode 2026-2031, yakni Ketua Umum Pdt. Yakob Malo Bili, Sekretaris Umum Aprianus M. Dj. Uma, Ketua I Pdt. Theopilus Mete, dan Ketua II Pdt. Yohanis Woli.

BACA JUGA:  Industri Garam Lokal NTT Tembus Pasar Nasional

Rangkaian kegiatan penutupan diakhiri dengan prosesi pemukulan gong oleh Wakil Gubernur NTT sebagai tanda resmi berakhirnya seluruh persidangan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.