Wagub NTT Amankan Komitmen BNPB, Jembatan Rp14,6 Miliar dan Sumur Bor Segera Dibangun

oleh -128 Dilihat
BPBN Beraudiensi dengan Wagub NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Jakarta-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengamankan dukungan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk pembangunan infrastruktur dan penanganan kebencanaan di wilayah tersebut.

Komitmen tersebut diperoleh setelah Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melakukan audiensi dengan Kepala BNPB RI, Suharyanto, di Kantor BNPB, Jakarta pada Selasa (14/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Johni menegaskan bahwa kehadirannya di Jakarta bukan sekadar menyampaikan proposal, tetapi memastikan kebutuhan masyarakat NTT mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Kami datang bukan sekadar menyampaikan proposal, tetapi memastikan kebutuhan masyarakat NTT terus mendapat perhatian pemerintah pusat,” ujarnya.

Hasil dari audiensi tersebut, BNPB berkomitmen membangun satu unit jembatan permanen dengan nilai sekitar Rp14,6 miliar. Pembangunan ini akan dikoordinasikan bersama TNI Angkatan Darat guna mempercepat proses pelaksanaan.

Selain itu, BNPB juga akan membangun sumur bor di wilayah rawan kekeringan melalui survei geolistrik untuk memastikan ketersediaan sumber air. Jika kondisi geologi tidak memungkinkan, penyediaan air bersih akan dilakukan melalui sistem perpipaan.

Tak hanya itu, bantuan lain yang disiapkan meliputi mobil tangki air, perahu bermotor untuk wilayah kepulauan, kendaraan operasional kebencanaan, serta bantuan logistik darurat seperti tenda keluarga dan perlengkapan lainnya.

Dalam audiensi tersebut, Wagub Johni menyampaikan berbagai persoalan yang ditemuinya saat turun langsung ke lapangan, khususnya di Kabupaten Alor dan Kabupaten Kupang. Ia mengungkapkan masih terdapat jembatan yang rusak akibat Siklon Tropis Seroja yang hingga kini belum berfungsi optimal.

Menurutnya, kerusakan infrastruktur tersebut berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari terganggunya transportasi, distribusi logistik, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pelayanan pemerintahan.

“Saya melihat langsung kondisi di Alor. Masih ada beberapa jembatan yang putus akibat Seroja. Jembatan ini merupakan urat nadi penghubung antarwilayah. Saat musim hujan, akses terputus dan aktivitas masyarakat lumpuh,” jelasnya.

BACA JUGA:  Menanti Kepastian Pusat, NTT-NTB Matang Persiapkan Diri Jadi Tuan Rumah PON 2028

Selain infrastruktur, Wagub juga menyoroti kebutuhan air bersih yang masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah NTT yang mengalami kekeringan setiap tahun.

Dia menegaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah menjadi salah satu tantangan utama dalam percepatan pembangunan. Dengan APBD sekitar Rp1,3 triliun, Pemerintah Provinsi NTT belum mampu membiayai seluruh kebutuhan pembangunan secara mandiri.

“Karena itu kami terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar pembangunan di NTT tetap menjadi prioritas nasional,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPB RI Suharyanto memastikan pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh sesuai kewenangan lembaganya.

“NTT bukan daerah yang jauh bagi kami, tetapi sangat dekat. Kami memahami tantangan yang dihadapi dan akan terus memberikan dukungan,” tegasnya.

Ia juga memastikan BNPB akan terus mengawal berbagai kebutuhan NTT serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain jika usulan berada di luar kewenangan BNPB.

Komitmen ini diharapkan menjadi angin segar bagi masyarakat NTT dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, membuka kembali akses transportasi, memperluas akses air bersih, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.

Dalam audiensi tersebut, Wakil Gubernur turut didampingi Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak, Kepala Bapperida Kabupaten Alor Dominikus Salmau, dan Kepala BPBD Kabupaten Alor Obeth Bolang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.