Wali Kota Christian Widodo: Jadi Pemimpin Bukan Soal Popularitas, Tapi Keberanian Menjaga Hak Warga

oleh -1448 Dilihat
Wali Kota Didampingi Wawali Kupang dan Sekda Kota Kupang. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa menjadi seorang pemimpin bukanlah tentang mencari popularitas atau elektabilitas, tetapi tentang keberanian mengambil keputusan demi melindungi hak-hak masyarakat. Hal itu disampaikannya menanggapi reaksi sejumlah pihak terhadap surat edaran yang dikeluarkan Pemkot Kupang mengenai pembatasan jam putar musik pada malam hari.

“Waktu saya keluarkan surat edaran soal pembatasan jam putar musik, saya sudah tahu bahwa sekitar 10 persen lawan politik akan goreng-goreng soal itu. Tapi percuma saya jadi Wali Kota Kupang, ada bintang banyak di pundak ini kalau saya tidak bisa jaga hak-hak warga Kota Kupang yang dilanggar,” tegas Christian Widodo kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh terjebak dalam pencitraan atau sekadar mengejar simpati publik. “Percuma jadi wali kota kalau hanya memikirkan popularitas dan elektabilitas, itu terlalu dangkal. Jadi wali kota harus menghadirkan pelayanan yang baik. Pemimpin itu harus mau berkorban demi pelayanan publik yang baik, walaupun kadang terluka dan tersakiti tanpa orang lain tahu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga berpesan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang agar menjalankan peran sebagai pembina birokrasi dengan integritas tinggi. “Pak Sekda tahu bahwa hari ini dilantik menjadi seorang sekda, tapi ingat jabatan itu bisa diambil oleh Tuhan dan masyarakat lewat saya. Oleh karena itu bekerjalah dengan baik, penuh integritas, dan jalankan visi misi Kota Kupang agar kota ini menjadi rumah besar yang aman, sejahtera, dan berkeadilan,” kata Christian.

Ia juga mengimbau warga Kota Kupang agar lebih tertib dalam merayakan pesta dan hiburan malam. “Saya minta pesta jangan sampai pagi. Jam 10 malam musik dikasih kecil sudah, dan kalau ada yang merasa terganggu, matikan musiknya. Intinya, jangan ganggu orang lain di sekitar. Biarkan euforia berakhir hari ini, dan besok kita siap bekerja lagi,” pesannya.

BACA JUGA:  796 Lulusan Politeknik Negeri Kupang Belum Terima Ijazah, DPRD NTT Desak Penyelesaian

Menutup arahannya, Christian mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk membangun Kota Kupang dengan ketulusan dan kerja nyata. “Mari bekerja dengan hati, mendengar dengan empati, dan bertindak dengan keberanian. Kita wujudkan Kota Kupang yang makin tertata, maju, dan beriman bukan dengan banyak kata, tapi dengan kerja nyata,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.