Wali Kota Kupang Ajak Jemaat GMIT Perkuat Keluarga untuk Bangun Kota Bercahaya

oleh -960 Dilihat
Wali Kota Kupang Pose Bersama Ketua Sinode GMIT di Acara Natal dan Tahun Baru Bersama pada Jumat, 16 Januari 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengajak seluruh jemaat GMIT untuk terus memperkuat keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun Kota Kupang yang kuat, inklusif, dan penuh kasih. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Perayaan Natal Keluarga Besar GMIT Klasis Kota Kupang yang berlangsung di Jemaat GMIT Agape Kota Kupang pada Jumat (16/1/26).

Perayaan Natal ini dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie, serta dihadiri Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, Pdt. Delviana K. Poych Snae, anggota DPRD Kota Kupang, para Ketua Majelis Jemaat se-Klasis Kota Kupang, para Pendeta Emeritus beserta keluarga, serta jemaat GMIT dari seluruh wilayah Klasis Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota terlebih dahulu menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh keluarga besar GMIT Klasis Kota Kupang. Ia mengajak jemaat untuk memaknai tema Natal 2025, “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”, secara lebih mendalam.

“Keluarga ini bukan hanya soal ikatan darah atau hubungan fisik. Keluarga adalah sebuah ruang, tempat kita saling menguatkan, saling mengasihi, saling menyayangi, dan menjadi tempat kita pulang ketika lelah setelah bekerja seharian,” ujar dr. Christian Widodo.

Menurutnya, keluarga merupakan ruang pertama di mana iman, kasih, dan masa depan bertemu. Oleh karena itu, makna keluarga tidak hanya terbatas di rumah, tetapi juga dapat terwujud di lingkungan kerja, komunitas sosial, bahkan di dalam kehidupan bergereja.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada GMIT, khususnya Klasis Kota Kupang, atas kontribusi nyata dalam pembangunan Kota Kupang,” ungkapnya.

Wali Kota menyebutkan bahwa berbagai perubahan positif dan capaian pembangunan yang dirasakan masyarakat Kota Kupang saat ini tidak terlepas dari dukungan warga dan peran aktif gereja.

Sejumlah penghargaan nasional berhasil diraih Kota Kupang, antara lain masuk dalam 10 Besar Indeks Kota Toleran, penghargaan Kota Peduli Inklusivitas dan Cinta Damai, serta TP2DD Terbaik untuk wilayah Bali-Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Selain itu, Kota Kupang juga meraih penghargaan perencanaan pembangunan tertinggi dari Bappenas pada akhir tahun 2025. Dalam pengelolaan transfer ke daerah, Kota Kupang mencatat capaian sebesar 94 persen, tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, indeks pelayanan publik Kota Kupang mencapai nilai 4,01 dengan kategori sangat baik, tertinggi di NTT.

Meski demikian, Wali Kota menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hasil kerja pimpinan daerah semata. “Ini bukan karena hebat saya atau Ibu Wakil Wali Kota. Semua ini terjadi karena gotong royong dan dukungan seluruh warga Kota Kupang, termasuk GMIT dan Klasis Kota Kupang,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan hasil survei kepuasan publik yang dilakukan secara independen oleh Universitas Nusa Cendana melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang mencapai 80,1 persen, tertinggi sepanjang sejarah Kota Kupang.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami di tahun 2026 untuk terus bekerja keras, tidak cepat puas, dan harus menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus saling menguatkan seperti sebuah keluarga besar. “Kota yang kuat dimulai dari keluarga yang kuat. Kota Kupang bercahaya hari-hari ini bukan karena satu obor besar, tetapi karena lilin-lilin kecil yang dinyalakan di setiap keluarga,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.