Wali Kota Kupang Dukung Langkah Gubernur NTT Tuntaskan Pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila

oleh -399 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Wali Kota Kupang dan Bupati Kupang serta Instansi Terkait Tinjau Monumen Flobamora Rumah Pancasila. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, untuk menggandeng Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam melanjutkan serta menuntaskan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Kupang saat mendampingi Gubernur NTT bersama Bupati Kupang, Yosef Lede, dan Ketua DPRD Kota Kupang, Richard E. Odja, meninjau langsung lokasi pembangunan monumen pada Kamis (22/1/26).

Monumen Flobamora Rumah Pancasila yang dirancang berbentuk burung Garuda menghadap Laut Sawu dengan ketinggian sekitar 50 meter itu berdiri di atas lahan hibah dari orang tua Wali Kota Kupang, Bapak Theo Widodo, kepada Pemerintah Provinsi NTT. Bagi Wali Kota, monumen tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol nilai ideologi dan kebanggaan bersama masyarakat NTT.

“Monumen ini harus menjadi milik bersama masyarakat. Bukan hanya sebagai destinasi wisata dan sejarah, tetapi juga ruang edukasi serta penggerak ekonomi warga, baik Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang, karena letaknya yang strategis di wilayah perbatasan,” ujar dr. Christian Widodo.

Dia menilai keberlanjutan pembangunan monumen ini membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Kupang menjadi kunci agar monumen tersebut tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dapat difungsikan secara optimal.

Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa dirinya bersama Wali Kota Kupang dan Bupati Kupang memiliki satu kesepahaman penting, yakni pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila harus dilanjutkan dan dituntaskan.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Laka Lena Serahkan SK Purnabakti dan CPNS 2024: Ajak ASN Bangun NTT dengan Hati

“Monumen Flobamora Rumah Pancasila dibangun sebagai simbol kebanggaan Flobamora. Dari NTT, nilai-nilai Pancasila ingin kita kumandangkan ke seluruh Nusantara, karena daerah ini memiliki keterkaitan sejarah dengan lahirnya gagasan Pancasila,” jelas Gubernur.

Gubernur mengakui bahwa pembangunan monumen tersebut sempat terhenti dan belum dapat difungsikan secara maksimal. Oleh karena itu, peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan arah pembangunan ke depan lebih jelas, terukur, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang.

Ke depan, Monumen Flobamora Rumah Pancasila direncanakan dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan ideologi Pancasila yang dapat dimanfaatkan bersama oleh Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Kupang, serta terbuka bagi seluruh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas hibah lahan dari Bapak Theo Widodo kepada Pemerintah Provinsi NTT. Menurutnya, hibah tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kecintaan terhadap daerah.

“Target kami, pembangunan monumen ini dapat diselesaikan tahun ini. Untuk pembiayaan, kami sepakat mencari skema pendanaan alternatif tanpa membebani APBD, agar monumen ini benar-benar menjadi kebanggaan bersama,” tegasnya.

Dengan dukungan lintas pemerintahan dan partisipasi masyarakat, Monumen Flobamora Rumah Pancasila diharapkan tidak hanya berdiri megah, tetapi juga hidup sebagai ruang edukasi, sejarah, dan destinasi wisata yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.