Wali Kota Kupang Siap Benahi Venue PON 2028, Perkuat Kolaborasi dengan KONI Pusat

oleh -10 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Hadiri Jamuan Makan Malam bersama Tim Visitasi Venue PON 2028 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Kamis,15 Oktober 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk membenahi fasilitas olahraga dan infrastruktur pendukung guna mendukung kesiapan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Christian menyebut visitasi Tim KONI Pusat bersama delegasi teknis dari induk cabang olahraga sebagai momentum penting untuk mengevaluasi kesiapan venue sekaligus mengidentifikasi berbagai kekurangan yang perlu segera dibenahi sebelum pelaksanaan PON 2028.

Hal tersebut disampaikan Christian saat menghadiri jamuan makan malam bersama Tim Visitasi Venue PON 2028 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (15/10).

Dalam kesempatan tersebut, Christian menyampaikan apresiasi kepada Tim Visitasi yang telah datang ke Kota Kupang dan memberikan berbagai masukan terkait kesiapan fasilitas olahraga serta infrastruktur pendukung.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang terbuka terhadap seluruh penilaian dan rekomendasi yang disampaikan tim, karena masih tersedia waktu untuk melakukan pembenahan sebelum pesta olahraga nasional tersebut digelar.

“Ini kesempatan bagi kami untuk berbenah. Dengan adanya Tim Visitasi ini, kami tahu mana yang kurang. Kami juga terbuka terhadap semua penilaian. Jangan ragu, jangan sungkan, karena kami ingin berbenah supaya nanti kami betul-betul siap menghadapi PON 2028,” tegas Christian.

Ia menekankan, keterbukaan terhadap kritik dan masukan merupakan bagian penting dalam membangun kesiapan daerah. Pemerintah, menurutnya, tidak boleh menutup diri terhadap evaluasi apabila ingin menghasilkan perubahan yang lebih baik.

“Saya percaya tumbuh dimulai ketika kita mau mendengar. Kalau kita tidak mau mendengar lagi, sesungguhnya kita sudah mati. Pembicara yang baik adalah pendengar yang baik,” ujarnya.

Pemkot Kupang Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi

Christian menjelaskan, berbagai catatan hasil visitasi akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pemerintahan.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Pimpin Apel Perdana, Tegaskan Komitmen Perubahan

Kebutuhan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTT akan diteruskan kepada Gubernur NTT, sedangkan hal-hal yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Kupang akan ditangani melalui langkah pembenahan sesuai kemampuan dan kewenangan daerah.

Salah satu perhatian utama adalah infrastruktur pendukung, termasuk kondisi jalan dan fasilitas di sekitar venue yang akan digunakan dalam penyelenggaraan PON 2028.

Bagi Christian, kesiapan menjadi bagian dari tuan rumah PON bukan sekadar memenuhi kebutuhan teknis penyelenggaraan. Lebih dari itu, fasilitas olahraga yang layak merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan para atlet yang telah berlatih keras demi meraih prestasi.

“Setiap fasilitas yang kita siapkan dengan baik sebenarnya adalah bentuk penghargaan kepada mereka yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh dan menaruh harapan di setiap arena pertandingan,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap hasil visitasi selama tiga hari dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang menjadi dasar pembenahan fasilitas olahraga di Kota Kupang.

Christian juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari KONI Pusat, KONI Provinsi NTT, KONI kabupaten/kota hingga induk organisasi cabang olahraga, untuk memperkuat kolaborasi dan menyatukan langkah dalam mempersiapkan PON 2028.

Ia mengutip sebuah ungkapan yang menurutnya relevan dengan semangat kerja bersama dalam menyukseskan agenda besar tersebut.

“Datang bersama adalah sebuah permulaan. Tetap tinggal bersama adalah sebuah kemajuan. Dapat bekerja bersama adalah sebuah kesuksesan,” katanya.

KONI Pusat Tekankan Standar Venue dan Kesiapan Akomodasi

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno, S.IP., M.Si., mengapresiasi sambutan Pemerintah Kota Kupang terhadap Tim Visitasi Venue PON 2028.

Suwarno menjelaskan, tim yang datang ke NTT terdiri dari jajaran KONI Pusat dan delegasi teknis dari induk cabang olahraga. Mereka bertugas melakukan penilaian sekaligus finalisasi venue yang akan digunakan untuk mempertandingkan berbagai cabang olahraga pada PON 2028.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Tinjau Jalan Taebenu, DPRD Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas

Visitasi tidak hanya dilakukan di Kota Kupang, tetapi juga di sejumlah daerah lain di NTT. Di antaranya, Kabupaten Rote Ndao untuk cabang olahraga selancar ombak, Labuan Bajo untuk layar, Kabupaten Alor untuk aeromodeling, Ende untuk arung jeram, serta sejumlah wilayah di Pulau Sumba dan kabupaten lainnya.

Menurut Suwarno, proses finalisasi venue menjadi tahapan penting karena setiap cabang olahraga membutuhkan fasilitas yang memenuhi standar pertandingan.

“Tidak mungkin kita melakukan PON mempertandingkan cabang-cabang olahraga dengan venue yang boleh dikatakan tidak standar,” tegasnya.

Selain kesiapan venue, Suwarno mengingatkan pentingnya persiapan akomodasi dan pelayanan bagi seluruh kontingen sejak dini.

Ia memperkirakan jumlah atlet yang mengikuti PON 2028 dapat mencapai 5.000 hingga 6.000 orang. Jika dihitung bersama ofisial dan rombongan pendukung lainnya, total orang yang terlibat diperkirakan mencapai 12.000 hingga 15.000 orang.

Dengan jumlah tersebut, koordinasi dengan pengelola hotel dan berbagai pihak terkait perlu dilakukan lebih awal agar kebutuhan akomodasi dapat terpenuhi selama penyelenggaraan berlangsung.

Suwarno juga meminta seluruh potensi daerah di NTT dilibatkan dalam persiapan PON 2028. Menurutnya, penyelenggaraan pesta olahraga nasional membutuhkan kerja sama lintas sektor, bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi olahraga semata.

“Kami sengaja menyampaikan catatan ini di awal supaya ada persiapan yang lebih baik,” ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Sukses PON 2028

Kehadiran Tim Visitasi KONI Pusat menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Kupang untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kesiapan fasilitas olahraga dan kebutuhan pembenahan yang harus diprioritaskan.

Komitmen Christian Widodo untuk terbuka terhadap evaluasi diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah kota, Pemerintah Provinsi NTT, KONI, serta induk organisasi cabang olahraga.

BACA JUGA:  Kuota BSPS Melonjak, Pemkot Kupang Optimistis Tekan Angka Rumah Tidak Layak Huni

Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, tindak lanjut terhadap rekomendasi hasil visitasi menjadi langkah penting agar berbagai kekurangan dapat diidentifikasi dan ditangani sesuai kewenangan masing-masing.

PON 2028 bukan hanya agenda pertandingan olahraga nasional, tetapi juga kesempatan bagi NTT untuk menunjukkan kesiapan infrastruktur, kualitas pelayanan, dan kemampuan daerah dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar.

Karena itu, pembenahan venue, kesiapan akomodasi, serta kolaborasi lintas sektor menjadi pekerjaan bersama yang perlu dipersiapkan secara terencana demi mendukung kelancaran penyelenggaraan PON 2028 di NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.