Wapres Gibran Soroti Peran Strategis K-SIGN Rote Ndao untuk Penuhi Kebutuhan Garam Nasional

oleh -183 Dilihat
Wapres Gibran Didampingi Gubernur Melki Laka Lena Tinjau Pabrik Garam di Kabupaten Rote Ndao pada Jumat, 22 Mei 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Ba’a-Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, sebagai upaya memenuhi kebutuhan garam nasional yang masih belum tercukupi dari produksi dalam negeri.

Penegasan tersebut disampaikan Wapres saat melakukan peninjauan langsung ke kawasan K-SIGN pada Jumat (22/5/2026). Kunjungan ini sekaligus untuk memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal dan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan serta hilirisasi sektor kelautan.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres menerima paparan terkait pengembangan kawasan industri garam, meninjau kolam kristal garam dan gudang penyimpanan, serta berdialog langsung dengan petani garam dan pemerintah daerah setempat.

Menurut Wapres, kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi melalui peningkatan produksi dalam negeri.

“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya proyek yang ada di sini sangat penting untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri,” ujar Gibran.

Selain mendorong swasembada garam, Wapres juga menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan K-SIGN agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya warga lokal di Rote Ndao.

“Kita ingin ini segera bisa fungsional. Kita ingin membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan multiplier effect dari pembangunan proyek ini benar-benar dirasakan,” tambahnya.

Tak hanya sektor garam, Wapres juga menyoroti potensi pengembangan sektor perikanan, termasuk rumput laut dan kampung nelayan di wilayah tersebut. Ia memastikan pemerintah pusat akan menindaklanjuti kebutuhan infrastruktur penunjang bagi nelayan, seperti cold storage, pabrik es, hingga SPBU khusus nelayan.

BACA JUGA:  Survei BI: Optimisme Ekonomi Meningkat, Indeks Keyakinan Konsumen NTT Menguat

“Tempat-tempat produktif untuk perikanan harus didukung fasilitas seperti ruang pendingin, pabrik es, dan SPBU khusus agar hasil tangkapan nelayan bisa lebih optimal,” jelasnya.

Dalam dialog bersama pemerintah daerah, Wapres juga menerima laporan terkait kondisi infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan di Rote Ndao, termasuk kebutuhan revitalisasi puskesmas dan peningkatan fasilitas rumah sakit daerah. Ia meminta agar koordinasi dengan kementerian terkait terus diperkuat guna mempercepat tindak lanjut di lapangan.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa K-SIGN bukan sekadar proyek pembangunan biasa, melainkan langkah strategis untuk membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi generasi muda.

“Ini tentang lapangan kerja untuk anak-anak muda NTT, tentang kesejahteraan petani garam dan nelayan. Kami ingin NTT tidak hanya jadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam industri garam nasional,” ujarnya.

Senada dengan itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk berharap proyek K-SIGN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga yang terdampak pembangunan kawasan tambak garam.

“Pemerintah daerah siap mendukung penuh agar program ini berjalan baik dan masyarakat bisa menikmati hasilnya,” katanya.

Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut, Dirjen Pengelolaan Kelautan A. Koswara dan Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.