Warga Tango Bali Minta Bantuan Kapolda NTT, Polisi Tembus Medan Ekstrem di Malam Hari

oleh -76 Dilihat

Suarantt.id, Borong-Perjuangan personel Polsek Lamba Leda Utara menembus medan sulit dan wilayah terisolir di malam hari akhirnya berbuah hasil. Bantuan Polri berhasil tiba di Kampung Tango Bali, Desa Lencur, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut disalurkan setelah warga terdampak gempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyampaikan permohonan bantuan kepada Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko.

Kampung Tango Bali menjadi salah satu wilayah yang mengalami kesulitan akses. Kondisi geografis yang sulit diperparah dengan dampak gempa yang menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat. Sebagian warga pun terpaksa mengungsi ke kampung tetangga.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, Kapolsek Lamba Leda Utara Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara bersama personel langsung bergerak menuju lokasi. Mereka membawa bantuan kebutuhan pokok dengan melewati medan yang sulit, bahkan perjalanan dilakukan pada malam hari.

Setibanya di lokasi pengungsian, bantuan berupa sembako diserahkan langsung kepada warga Kampung Tango Bali. Meski jumlah bantuan tidak besar, kehadiran personel Polri menjadi bentuk kepedulian sekaligus respons terhadap kondisi warga yang masih bertahan di pengungsian.

“Syukur kami sampai di sini. Kami bawa sembako tidak seberapa, tetapi nanti sama-sama nikmati,” ujar Iptu Ida Bagus.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bantuan dari Polri yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana, termasuk warga di wilayah terpencil yang sulit dijangkau.

“Bantuan yang kami salurkan ini bukan dari BNPB. Ini bantuan dari Polri. Kami diperintahkan pimpinan Polri untuk memberikan bantuan di daerah terpencil,” jelasnya.

Sebelumnya, Anastasia Sedur yang mewakili keluarga besar Kampung Tango Bali menyampaikan permohonan bantuan kepada Kapolda NTT. Ia mengatakan warga mengungsi setelah rumah mereka mengalami kerusakan berat akibat gempa.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Serahkan Bantuan Miliaran Rupiah untuk Pertanian dan Pendidikan di Manggarai Timur

“Kami mengungsi di kampung tetangga karena seluruh rumah kami rusak berat,” kata Anastasia melalui video pendek yang diterima media ini, Minggu (23/8/2026) malam.

Menurut Anastasia, warga saat itu belum mendapatkan bantuan kebutuhan makanan. Mereka membutuhkan beras, sembako, pakaian, tenda atau terpal, serta dukungan untuk memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.

Respons cepat jajaran Polri tersebut mendapat apresiasi dari warga. Anastasia menyampaikan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda NTT, hingga Kapolsek Lamba Leda Utara yang telah membantu warga Kampung Tango Bali.

“Saya Anastasia Sedur dari posko pengungsian Tango Bali mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri, Kapolda NTT dan Kapolsek atas bantuan sembako dan kami sudah menerimanya,” ujarnya.

Bagi warga Kampung Tango Bali, bantuan tersebut bukan sekadar kebutuhan pokok. Kedatangan personel Polri yang rela menembus medan sulit di malam hari juga menjadi bukti bahwa warga di wilayah terpencil tetap mendapat perhatian di tengah situasi sulit pascagempa.

Di tengah keterbatasan akses dan kondisi rumah yang rusak, warga kini masih bertahan di pengungsian sambil menunggu penanganan lebih lanjut terhadap dampak gempa yang mereka alami. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.