Suarantt.id, Kupang-Di sebuah ruangan yang tak terlalu ramai, di Kantor Wali Kota Kupang pada Selasa (12/5/26), percakapan tentang angka-angka keuangan daerah berlangsung serius. Namun, lebih dari sekadar laporan dan dokumen, ada satu hal yang menjadi benang merah: komitmen menjaga kepercayaan publik.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, memimpin langsung rapat exit meeting Pemeriksaan Terinci Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Kupang Tahun Anggaran 2025. Pertemuan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pemeriksaan lapangan selama kurang lebih 35 hari kerja.
Bagi Serena, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bukan sekadar simbol keberhasilan administratif yang diraih setiap tahun. Lebih dari itu, WTP adalah cerminan dari disiplin, tanggung jawab, dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam mengelola uang rakyat.
“Pemerintah Kota Kupang berkomitmen penuh untuk mempertahankan opini WTP. Karena itu, saya minta seluruh perangkat daerah untuk mempercepat proses administrasi dan menindaklanjuti setiap catatan yang ada,” tegasnya.
Didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt dan Inspektur Daerah Fengki Amalo, Serena mengingatkan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP sejak tahun 2020 bukanlah hal yang bisa dipertahankan tanpa kerja keras. Dibutuhkan pengawasan ketat, koordinasi yang solid, dan kesadaran bersama akan pentingnya akuntabilitas.
Di sisi lain, tim pemeriksa BPK RI Perwakilan NTT yang dipimpin oleh Ekananda Pandhu Setiawan memaparkan hasil pemeriksaan mereka. Secara umum, pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Kupang dinilai berjalan baik. Namun, masih terdapat beberapa catatan administratif, terutama dalam pengelolaan kas dan aset di sejumlah perangkat daerah.
Catatan tersebut, meski tidak berdampak signifikan terhadap kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan, tetap menjadi perhatian penting. BPK menekankan bahwa kecepatan dan keseriusan dalam menindaklanjuti rekomendasi akan sangat menentukan opini akhir yang diberikan.
Momen penyerahan dokumen rangkuman hasil pemeriksaan secara simbolis menjadi penutup rapat tersebut. Namun sesungguhnya, itu bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja lanjutan yang harus segera dilakukan.
Di balik lembaran laporan dan angka-angka yang tertata rapi, tersimpan tanggung jawab besar: memastikan setiap rupiah yang dikelola benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan.
Bagi Pemerintah Kota Kupang, menjaga WTP berarti menjaga kepercayaan. Dan kepercayaan, seperti halnya integritas, hanya bisa dirawat dengan kerja nyata yang konsisten, hari demi hari. ***






