Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang terus mendorong pemerataan akses internet di lingkungan pendidikan. Sebanyak 10 sekolah yang mengalami keterbatasan jaringan menjadi sasaran optimalisasi melalui kolaborasi Pemkot Kupang bersama Telkomsel.
Langkah tersebut ditinjau langsung Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, saat mengunjungi SD Inpres Fatukoa pada Kamis (1/10/2026), untuk melihat hasil optimalisasi jaringan internet di sekolah tersebut.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kerja sama Pemerintah Kota Kupang dan Telkomsel dalam meningkatkan kualitas konektivitas, terutama pada sekolah-sekolah yang selama ini mengalami keterbatasan sinyal maupun berada di wilayah tanpa jangkauan jaringan atau blind spot.
Turut hadir Anggota DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, Manager Mobile Consumer Brand Telkomsel Kota Kupang, Adhy Yanwar, Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Kota Kupang, I Wayan Sudana, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, serta Camat Maulafa, Immanuel Ully.
Serena menjelaskan, upaya tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi Pemerintah Kota Kupang bersama Telkomsel NTT, khususnya Telkomsel Kota Kupang, pada 10 September 2026.
Dalam koordinasi itu, ditemukan sejumlah titik di wilayah Kota Kupang yang masih mengalami keterbatasan jaringan internet. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh siswa dan tenaga pendidik, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
“Meskipun berada di tengah kota dan mereka merupakan bagian dari Kota Kupang, masih ada yang belum mendapatkan sinyal. Oleh karena itu, kami berkomunikasi dengan Telkomsel agar jaringannya bisa dioptimalkan. Yang tadinya masih kurang, kita naikkan lagi. Kemudian untuk titik yang masih menjadi blind spot, kita upayakan supaya bisa mendapatkan sinyal,” jelas Serena.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Kupang, terdapat 10 titik sekolah yang menjadi perhatian dalam program optimalisasi jaringan internet.
Dari jumlah tersebut, satu titik merupakan wilayah blind spot, yakni kawasan Nefosaka menuju Belo, sedangkan sembilan titik lainnya membutuhkan peningkatan kualitas jaringan.
Menurut Serena, ketersediaan jaringan internet yang memadai menjadi kebutuhan penting dalam mendukung proses pembelajaran sekaligus memperluas akses informasi bagi masyarakat.
“Data dari Pemkot ada 10 sekolah. Satu merupakan blind spot, sementara sembilan sekolah lainnya sinyalnya masih kita optimalkan. Ini tidak hanya berdampak pada sekolah, tetapi masyarakat sekitar juga merasakan dampaknya. Kalau jaringan sudah tersedia dan lebih baik, mereka akan lebih mudah mengakses informasi,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel atas dukungan dan kolaborasi bersama Pemerintah Kota Kupang dalam menjawab kebutuhan konektivitas di sejumlah wilayah.
Serena berharap, sekolah dan titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dapat memperoleh layanan jaringan yang semakin baik sehingga proses pendidikan dan akses informasi dapat berjalan lebih optimal.
“Kami juga berterima kasih kepada Telkomsel yang sudah sangat kolaboratif dengan Pemerintah Kota Kupang. Kami berharap titik-titik yang menjadi pusat kegiatan masyarakat, termasuk sekolah, bisa mendapatkan layanan jaringan yang semakin baik sehingga akses terhadap informasi juga semakin mudah,” ujarnya.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Anggota DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, S.Pd. Ia memastikan DPRD siap mendorong dukungan anggaran guna memperkuat upaya optimalisasi jaringan internet di Kota Kupang.
“Tentu kita akan dorong dengan anggaran. Kebetulan kami juga ada di Banggar, sehingga kita akan mendorong optimalisasi jaringan internet ini,” ungkap Dance.
Sementara itu, Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Kota Kupang, I Wayan Sudana, menjelaskan bahwa optimalisasi jaringan di sekolah dilakukan melalui sejumlah langkah teknis, termasuk penambahan antena untuk meningkatkan kualitas sinyal.
Khusus wilayah yang masuk kategori blind spot, Telkomsel menyiapkan Compact Mobile BTS (COMBAT) atau perangkat pemancar jaringan bergerak.
“Kami mendukung upaya Ibu Wakil Wali Kota Kupang, terkait penguatan jaringan Telkomsel. Salah satu contohnya di SD Inpres Fatukoa ini, kami melakukan optimasi jaringan, salah satunya melalui penambahan antena. Sedangkan untuk daerah yang blind spot, kami akan melakukan penambahan mobile BTS. Di Telkomsel kami menyebutnya COMBAT, atau Compact Mobile BTS. Targetnya, pada Oktober ini kami sudah mulai melakukan,” jelas I Wayan.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jaringan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mempercepat digitalisasi pendidikan di Kota Kupang.
Manager Mobile Consumer Brand Telkomsel Kota Kupang, Adhy Yanwar, mengatakan pihaknya menyiapkan dukungan teknologi pembelajaran melalui Learning Management System (LMS) yang dilengkapi sejumlah fitur gratis bagi siswa.
Program tersebut akan diawali melalui 10 sekolah yang menjadi proyek percontohan atau pilot project.
“Kerja sama ini merupakan kolaborasi dalam digitalisasi pendidikan bersama Telkomsel. Jadi tidak hanya berbicara tentang perbaikan dan peningkatan kualitas jaringan ataupun blind spot yang kita cover network-nya. Kami juga menyiapkan dukungan untuk siswa dan siswi melalui learning management system dengan beberapa fitur yang diberikan secara gratis kepada siswa. Kita akan mulai dari 10 project pilot ini,” jelas Adhy.
Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pengecekan secara berkala terhadap kondisi jaringan internet di sekolah-sekolah lainnya.
Menurutnya, 10 sekolah yang telah teridentifikasi menjadi bagian dari intervensi pemerintah bersama Telkomsel untuk meningkatkan kualitas konektivitas pendidikan.
“Sepuluh sekolah ini memang mengalami kekurangan jaringan. Karena itu dilakukan intervensi melalui upaya-upaya optimalisasi. Terlepas dari sekolah-sekolah tersebut, kami juga masih terus melakukan pengecekan kembali terhadap sekolah lainnya untuk melihat seperti apa kondisi sambungan internet yang selama ini tersedia,” jelas Ernest.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Kupang berharap pemerataan akses internet dapat semakin mendukung transformasi digital pendidikan, sehingga siswa di seluruh wilayah kota memiliki kesempatan yang lebih baik dalam mengakses teknologi dan sumber pembelajaran. ***







