Gubernur NTT Dorong Revitalisasi Pendidikan, Kebangsaan, dan Wisata Religius di SoE

oleh -532 Dilihat
Gubernur Didampingi Ketua DPRD NTT di Acara Penutupan HUT ke-60 Gerakan Kebangunan Rohani di So'E. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, SoE-Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum 60 tahun Gerakan Kebangunan Rohani (GKR) sebagai titik awal revitalisasi pendidikan, kebangsaan, dan wisata religius. Hal ini ia sampaikan di hadapan sekitar 8.000 orang jemaat yang memadati GOR Nekmese SoE pada Penutupan Perayaan HUT ke-60 GKR, Sabtu (28/9/2025).

“Ke depan, kita mesti mendorong agar dalam spirit GKR 60 tahun, peristiwa air menjadi anggur ini, kita mendorong adanya revitalisasi pendidikan dan kebangsaan anak muda, supaya makin memahami peristiwa iman ini dalam perspektif yang luas,” kata Gubernur Melki.

GKR sendiri berawal pada 26 September 1965, saat terjadi peristiwa rohani luar biasa di SoE, termasuk peristiwa “air menjadi anggur” yang kemudian mendorong banyak pelayan injil keluar dari SoE ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Melki mengatakan peristiwa serupa yang dikenal di Kana, Israel, hingga kini tetap dirayakan dan menjadi destinasi wisata religius. Ia berharap SoE juga bisa mengembangkan wisata rohani serupa, termasuk memproduksi anggur khas SoE sebagai ikon baru. “Di tempat 60 tahun terjadinya peristiwa ini mesti ada semacam bentuk yang memberikan cerita terkait peristiwa ini. Kita juga layak membuat anggur dari SoE,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Melki menyumbangkan 1 ton beras untuk panitia. Ia menegaskan pelayanan iman tak hanya berlangsung di gereja, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat. Tema perayaan tahun ini, “Saling Mengasihi”, menurutnya mengajak jemaat merefleksikan kasih bukan sekadar perasaan, tetapi juga tindakan nyata.

Melki juga menyinggung pengembangan konsep wisata religius yang berkelanjutan. “Aspek rohaninya tetap terjaga, tetapi aspek wisata rohaninya kita juga kembangkan. Orang akan datang ke sini, terutama di bulan September, tetapi sepanjang tahun orang bisa tetap datang melihat peristiwa besar yang ada di SoE. Nanti kita coba rumuskan polanya,” katanya.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Perkuat Transformasi Ekonomi, Pariwisata, dan SDM Lewat Dasa Cita

Jika terlaksana sesuai rencana, kegiatan rutin tahunan ini akan digelar bertepatan dengan ajang Tour de EnTeTe tahun kedua. Menurut Melki, seperti di Kana, perayaan iman di SoE juga bisa menggerakkan roda perekonomian. Ia mendorong dokumentasi foto, narasi, dan video, serta memasukkan peristiwa ini ke dalam muatan lokal bagi anak-anak sekolah.

“Ini mesti dibahas bersama supaya tidak ada yang merasa dilangkahi atau dilupakan. Narasi, foto, video, semuanya mesti dipersiapkan dengan baik sehingga menjadi bagian dari gerakan ekonomi jemaat, pemberdayaan komunitas, juga masyarakat sekitar di Timor Tengah Selatan,” jelasnya.

Gubernur Melki juga mengaitkan kegiatan ini dengan program One Community One Product. “Pemikiran kami dari Pemerintah Provinsi, yang juga sudah kami sampaikan kepada DPRD, kita perlu mendorong yang namanya One Village One Product… Kita bisa menjadikan kegiatan ini bagian dari pemberdayaan ekonomi jemaat dan komunitas,” ujarnya.

Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Johny Army Konay, menyatakan dukungan penuh Pemkab TTS. “Pemkab memberikan apresiasi yang besar untuk kegiatan ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya mengalokasikan anggaran untuk mendukung acara serupa di tahun mendatang.

Ketua Yayasan Utus SoE, Mathias Neolaka, mengungkapkan GKR tahun ini dihadiri penginjil dari Amerika Serikat, Belanda, Australia, Tiongkok, Afrika Selatan, Timor Leste, Malaysia, dan Singapura, serta berbagai daerah di NTT dan Indonesia. Turut hadir pula Bupati dan Wakil Bupati TTS, Ketua DPRD Provinsi NTT, Ketua DPRD Kabupaten TTS, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Dengan semangat 60 tahun GKR, Pemerintah Provinsi NTT berharap peristiwa iman di SoE terus dikenang dan dikembangkan, bukan hanya sebagai sejarah rohani tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat setempat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.